Rabu 03 Jun 2026 09:55 WIB

444 Jamaah Haji Kloter 01 Indramayu Tiba di Tanah Air, Satu Masih Dirawat di Arab Saudi

Satu jamaah haji belum bisa kembali karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Anggota keluarga menyambut kedatangan seorang haji dari kelompok terbang (kloter) pertama debarkasi Kertajati setibanya di Pendopo Indramayu, Jawa Barat, Selasa (2/6/2026). Sebanyak 444 orang haji asal Kabupaten Indramayu tiba di tanah air usai menunaikan rangkaian ibadah haji 1447 H di Tanah Suci.
Foto: ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro
Anggota keluarga menyambut kedatangan seorang haji dari kelompok terbang (kloter) pertama debarkasi Kertajati setibanya di Pendopo Indramayu, Jawa Barat, Selasa (2/6/2026). Sebanyak 444 orang haji asal Kabupaten Indramayu tiba di tanah air usai menunaikan rangkaian ibadah haji 1447 H di Tanah Suci.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Seorang jamaah haji Kloter 01 Debarkasi Kertajati (KJT) asal Kabupaten Indramayu terpaksa belum bisa kembali ke Tanah Air. Sementara itu, 444 jamaah haji lainnya yang tergabung dalam kloter yang sama tiba dengan selamat di Pendopo Indramayu, Selasa (2/6/2026).

Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, mengatakan total jumlah jamaah haji Kloter 01 Kabupaten Indramayu berjumlah 445 orang. Mereka terdiri atas jamaah dan petugas haji.

Baca Juga

Namun, dari jumlah 445 jamaah tersebut, ada satu orang yang belum dapat kembali bersama rombongan karena masih menjalani perawatan di Tanah Suci. Pasalnya, kondisi kesehatan jamaah haji tersebut tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan udara.

“Untuk Kloter 01 ini ada 445 jamaah. Tapi ada satu jamaah kita yang tertinggal, yaitu Bapak Kusbiyanto, karena tidak layak terbang. Jadi menunggu nanti layak terbang. Insya Allah sehat, nanti pada saatnya pulang,” ucap Syaefudin yang juga masuk dalam rombongan jamaah haji Kloter 01 tersebut.

Syaefudin mengungkapkan, secara keseluruhan pelayanan terhadap jamaah haji pada musim haji tahun ini sangat baik. Meski jamaah haji sempat menghadapi cuaca ekstrem dengan suhu mencapai 47 derajat Celsius di Mina, mereka tetap memperoleh pelayanan dan kenyamanan yang baik.

"Pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 ini luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat maupun daerah atas pelayanan yang sangat baik kepada jamaah," ujarnya.

Syaefudin menyebutkan, salah satu bentuk pelayanan yang baik itu terutama menyangkut kebutuhan dasar jamaah. Ia mengatakan, khusus untuk makanan, jamaah menerima makanan yang cocok dengan selera dan lidah masyarakat Indonesia.

Syaefudin mengaku berangkat haji bersama istrinya. Mereka mendaftar secara reguler sejak 2013 dan baru bisa berangkat haji pada tahun ini. Seluruh rangkaian ibadah pun berjalan lancar bersama jamaah lainnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement