Selasa 02 Jun 2026 16:58 WIB

Menag: Jakarta Jadi Ibu Kota Kedua Terukun di Asia Tenggara

Menag menyoroti besarnya dampak ekonomi yang muncul dari event keagamaan nasional.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Foto: Republika/Prayogi
Menteri Agama Nasaruddin Umar.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Menteri Agama (Menag) Prof KH Nasaruddin Umar menyatakan DKI Jakarta kini menjadi ibu kota kedua paling aman dan terukun di Asia Tenggara. Capaian tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa Indonesia sedang berada pada puncak kerukunan antarumat beragama berdasarkan penilaian berbagai lembaga dan data kuantitatif independen.

Pernyataan itu disampaikan Menag saat menghadiri Kick Off Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (2/6/2026). Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media, untuk terus merawat dan menyebarkan energi positif terkait kondisi kerukunan yang saat ini terbangun di Indonesia.

Baca Juga

"Kita sekarang yang berada pada posisi bangsa yang sedang di puncak. Puncak kerukunan kita itu tahun 2025-2026 menurut data kuantitatif dan dinilai oleh orang lain, bukan Kementerian Agama. Kita berada pada puncak kerukunan sekarang ini. Kemudian DKI Jakarta terpilih jadi ibu kota kedua teraman dan terukun di Asia Tenggara," kata Nasaruddin. 

Menurut dia, capaian tersebut harus dijaga bersama agar Indonesia tetap menjadi contoh harmoni di tengah keberagaman agama, budaya, dan suku bangsa. Ia berharap berbagai ajang keagamaan nasional dapat semakin memperkuat semangat persatuan dan memperkokoh nilai-nilai toleransi.

photo
Sejumlah Bhikkhu berjalan kaki dalam rangka Walk For Peace 2026 di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (14/5/2026). Sebanyak 56 Bihkkhu yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan Laos tersebut melakukan perjalanan suci dari Bali menuju Candi Borobudur sepanjang 660 km dengan membawa pesan toleransi, kedamaian universal dan harmoni sosial dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2560 BE pada 31 Mei 2026. - (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga secara resmi meluncurkan kick off Pesparawi Nasional XIV yang akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 18-28 Juni 2026. Berdasarkan data yang diterima panitia, lebih dari 5.000 peserta akan ambil bagian secara resmi dalam ajang yang digelar tiga tahun sekali tersebut.

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini berharap Pesparawi tidak hanya menghadirkan kemeriahan dan mempererat kebersamaan, tetapi juga memperdalam penghayatan spiritual para peserta.

"Kita doakan semoga Pesparawi nanti ini punya dua dampak. Dampak kesemarakan, menciptakan syiar kebersamaan, kekompakan, persatuan dan kesatuan. Yang kedua adalah punya dampak penghayatan pendalaman makna kerohanian kita,”kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement