Selasa 02 Jun 2026 10:38 WIB

Serangan Lebanon, Akankah Menjadi Pintu Jebakan Israel untuk Iran Kembali Berperang?

Israel terus melakukan serangan di wilayah Lebanon.

An ambulance arrives at the site of an explosion in the southern district of Dahiyeh, Beirut, Lebanon, 02 January 2024. According to Lebanese state media, at least six people were killed in an explosion following an Israeli drone strike, including Hamas deputy head, Saleh al-Arouri.
Foto: EPA-EFE/ABBAS SALMAN
An ambulance arrives at the site of an explosion in the southern district of Dahiyeh, Beirut, Lebanon, 02 January 2024. According to Lebanese state media, at least six people were killed in an explosion following an Israeli drone strike, including Hamas deputy head, Saleh al-Arouri.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT— Saat banyak pihak menantikan pengumuman perpanjangan gencatan senjata antara Washington dan Teheran, situasi justru bergerak ke arah yang lebih berbahaya. Ketegangan meningkat dan muncul indikasi upaya untuk kembali membuka medan perang melawan Iran melalui Lebanon.

Menurut Aljazeera, Selasa (2/6/2026), sejumlah analis menilai bahwa Lebanon kini telah menjadi kartu penting dalam konfrontasi yang melibatkan dimensi diplomatik maupun militer.

Baca Juga

Di tengah pembicaraan mengenai penyusunan nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran, serta sehari sebelum putaran keempat perundingan antara pemerintah Israel dan Lebanon, militer Israel secara mendadak meminta warga di kawasan Dahiyeh Selatan, Beirut, untuk segera mengungsi.

Menanggapi eskalasi tersebut, Kantor Berita Tasnim Iran melaporkan bahwa Teheran menangguhkan perundingannya dengan Amerika Serikat.

Sementara itu, kalangan militer Iran menyatakan kemungkinan mengaktifkan seluruh front perlawanan, termasuk Selat Bab al-Mandab, sebagai respons terhadap perkembangan yang terjadi di Lebanon.

Sebelumnya pada hari yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanannya, Israel Katz, mengumumkan mereka telah memerintahkan militer untuk menyerang sejumlah target di Dahiyeh Selatan, Beirut.

Sebagai tanggapan, Komandan Markas Khatam al-Anbiya Iran mengeluarkan peringatan serupa kepada penduduk Israel bagian utara.

Menurut penulis dan analis politik Johnny Mounir, perkembangan mendadak ini tidak menunjukkan perubahan dalam kondisi tenang yang penuh kewaspadaan antara Iran dan Israel.

photo
Lebanese soldiers walk at the site of an explosion in the southern district of Dahiyeh, Beirut, Lebanon, 02 January 2024. According to Lebanese state media, at least six people were killed in an explosion following an Israeli drone strike, including Hamas deputy head, Saleh al-Arouri. - (EPA-EFE/ABBAS SALMAN)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement