Sabtu 30 May 2026 09:50 WIB

Ini Sistem Pertahanan Canggih Terbaru Iran yang Jatuhkan Drone MQ-9 Reaper AS

Iran tegaskan akan melawan jika diserang.

Ilustrasi rudal Iran
Foto: Tasnim News
Ilustrasi rudal Iran

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Iran mengumumkan bahwa mereka telah menggunakan sistem pertahanan udara baru untuk menembak jatuh pesawat nirawak Amerika Serikat jenis MQ-9 Reaper di dekat Selat Hormuz pada awal pekan ini.

Klaim tersebut kembali menyoroti kemampuan pertahanan Iran yang disebut masih bertahan meskipun selama berbulan-bulan menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap berbagai instalasi militernya.

Baca Juga

Media-media Iran melaporkan bahwa sebuah pesawat nirawak jatuh di dekat Pulau Qeshm, yang terletak di selatan Iran.

Mereka menyebut operasi pencegatan itu sebagai penggunaan tempur pertama dari sistem pertahanan udara buatan dalam negeri yang dinamakan Arash-e Kamangir.

Pengumuman tersebut muncul setelah beredar laporan mengenai serangan baru Amerika Serikat terhadap sebuah lokasi militer di dekat Kota Bandar Abbas, meskipun pembicaraan mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara kedua negara terus berlangsung.

Klaim Iran ini juga memunculkan pertanyaan mengenai seberapa besar kemampuan pertahanan udara yang masih dimiliki Teheran setelah jaringan pertahanannya mengalami kerusakan akibat serangan intensif selama tiga bulan terakhir.

Selain itu, muncul pula pertanyaan apakah Iran masih mampu bertahan menghadapi gelombang serangan baru dari Amerika Serikat dan Israel jika upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan gagal mencapai hasil.

Apa isi pengumuman Iran?

Kantor berita semi-resmi Fars, dikutip Aljazeera, Sabtu (29/5/2026), melaporkan bahwa Iran menggunakan sistem Arash-e Kamangir untuk mencegat sebuah drone pengintai musuh yang terbang di atas Selat Hormuz.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement