REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Lebih dari 1,7 juta orang jamaah melaksanakan ibadah haji tahun ini. Menurut pihak berwewenang kerajaan, mayoritas di antaranya tinggal di luar Arab Saudi.
Setidaknya, ada 1.707.301 orang jamaah haji yang menghadiri prosesi rukun Islam kelima tersebut di Tanah Suci dari Masjidil Haram di Makkah hingga Arafah, Muzdalifah dan Mina. Pihak kerajaan mencatat ada peningkatan sebesar 34.071, atau 2,04 persen, dibandingkan dengan ibadah haji 2025 yang mencatatkan jumlah 1.673.230 orang jamaah, dikutip dari laman Arab News, Jumat (29/5/2026)
Pejabat setempat mengatakan bahwa hal ini terjadi di tengah upaya berkelanjutan untuk menyederhanakan operasi ibadah haji, memperluas fasilitas di titik masuk, dan meningkatkan layanan. Kenaikan ini juga mencerminkan permintaan yang stabil untuk tempat haji meskipun kondisi regional dan global terus berubah.
Peningkatan jumlah jamaah juga menekankan pada fokus berkelanjutan Kerajaan Arab Saudi pada efisiensi operasional, khususnya melalui digitalisasi layanan, peningkatan sistem manajemen kerumunan, dan peningkatan koordinasi antara otoritas keamanan, kesehatan, dan logistik.
Data yang diberikan oleh Otoritas Umum Statistik mengungkapkan, sebanyak 1.546.655 orang jamaah haji datang dari luar Kerajaan Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji, sementara 160.646 adalah warga negara atau penduduk Arab Saudi.
Sebagian besar dari mereka yang datang dari luar negeri, yaitu 1.485.729, melakukan perjalanan melalui udara, 54.429 memasuki negara melalui jalur darat, dan 6.497 tiba melalui laut.
View this post on Instagram




