Jumat 29 May 2026 05:52 WIB

Antisipasi Gawat Darurat Saat Lontar Jumrah, Mobile Crisis Center Siaga di Jamarat

Tim ini bertugas memberikan pertolongan pertama kepada jamaah haji RI.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Jamaah haji melempar jumrah aqobah di Jamarat, Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (27/5/2026). Lempar jumrah aqobah pada 10 Zulhijah merupakan salah satu wajib haji yang dilakukan sebagai simbol pengusiran setan yang pernah dilakukan Nabi Ibrahim AS.
Foto: ANTARA FOTO/Citro Atmoko
Jamaah haji melempar jumrah aqobah di Jamarat, Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (27/5/2026). Lempar jumrah aqobah pada 10 Zulhijah merupakan salah satu wajib haji yang dilakukan sebagai simbol pengusiran setan yang pernah dilakukan Nabi Ibrahim AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seluruh anggota jamaah haji Indonesia yang menjalani ibadah puncak haji 2026 telah tiba di Mina untuk melanjutkan rangkaian ibadah mabit. Di lokasi melontar jumrah atau jamarat, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI pun memperkuat layanan pelindungan jamaah haji Indonesia dengan menyiagakan Mobile Crisis Rescue (MCR).

Tim ini disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama, evakuasi darurat, serta membantu mengurai kepadatan jamaah selama pelaksanaan lontar jumrah pada hari Tasyrik.Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff mengatakan, MCR menjadi salah satu instrumen penting dalam penguatan layanan di titik-titik krusial pergerakan jamaah.

Baca Juga

“MCR atau Mobile Crisis Rescue adalah tim khusus dan posko dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji yang disiagakan di kawasan Jamarat, Mina. Tim ini bertugas memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat, dan membantu mengurai kepadatan jemaah selama puncak ibadah haji,” ujar Maria di Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Maria menjelaskan, posko MCR ditempatkan di titik-titik strategis di area Jamarat dan rute perlintasan jamaah. Penempatan ini dilakukan agar petugas dapat memantau situasi secara langsung, merespons cepat kondisi darurat, serta memberikan bantuan kepada jamaah yang membutuhkan penanganan segera.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

“MCR dibentuk khusus untuk merespons kondisi darurat, termasuk memberikan penanganan bagi jamaah yang pingsan, tersesat, mengalami kelelahan ekstrem, hingga melakukan evakuasi bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas,” ucapnya.

Menurut Maria, keberadaan MCR menjadi bagian dari ikhtiar Kemenhaj memastikan setiap situasi di lapangan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menghadirkan penyelenggaraan haji yang aman, tertib, ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan.

“Pelindungan jamaah adalah prioritas. Karena itu, petugas tidak hanya berada di tenda-tenda jemaah, tetapi juga disiagakan di jalur pergerakan, pos pantau, dan titik-titik yang berpotensi terjadi kepadatan. Setiap jamaah yang membutuhkan bantuan harus bisa segera ditangani,”kata Maria.

photo
Jamaah haji melempar jumrah aqobah di Jamarat, Mina, Makkah, Arab Saudi, Rabu (27/5/2026). Lempar jumrah aqobah pada 10 Zulhijah merupakan salah satu wajib haji yang dilakukan sebagai simbol pengusiran setan yang pernah dilakukan Nabi Ibrahim AS. - (Fernan Rahadi/Republika)

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi