Jumat 29 May 2026 05:39 WIB

Iran Hancurkan Pesawat 'Musuh' di Pesisir Provinsi Bushehr

Operasi pencegatan tersebut dilakukan dalam satu jam terakhir.

Rudal Iran (ilustrasi).
Foto: Tasnim News
Rudal Iran (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Sistem pertahanan udara Iran dilaporkan berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah "pesawat musuh" di wilayah pesisir Provinsi Bushehr, demikian laporan yang dirilis media resmi Iran pada Kamis (28/5/2026).

"Insiden yang terjadi malam ini terkait dengan penghancuran sebuah pesawat musuh," ujar Gubernur wilayah Jam, Masoud Tangestani, sebagaimana dikutip oleh kantor berita semi-resmi Tasnim. Tangestani menambahkan bahwa situasi di kota tersebut kini telah kembali normal dan kondusif.

Baca Juga

Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa operasi pencegatan tersebut terjadi dalam satu jam terakhir. Sebelumnya, televisi nasional Iran mengonfirmasi bahwa suara ledakan keras yang terdengar beberapa jam sebelumnya di Bushehr berasal dari aktivitas sistem pertahanan udara yang sedang mengantisipasi objek atau pesawat asing.

Sementara itu, Kantor Berita Fars melaporkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran juga terpantau meluncurkan sejumlah rudal dari wilayah selatan negara tersebut ke arah target-target tertentu.

Tidak diketahui apakah pesawat yang dimaksud dimiliki oleh Amerika Serikat atau Israel yang notabene sedang berperang dengan Iran.

photo
Jet tempur siluman F-35A Lightning milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF). - (USAF)

Sebelum adanya klarifikasi resmi dari otoritas Teheran, berbagai laporan dan spekulasi sempat beredar luas di media sosial mengenai suara ledakan beruntun yang terdengar di provinsi selatan, termasuk Bushehr dan Hormozgan, serta Kota Jam.

Bahkan, sempat muncul klaim yang belum terverifikasi bahwa Iran telah meluncurkan rentetan rudal, termasuk rudal jelajah antikapal, yang ditargetkan langsung ke arah kapal-kapal perang Amerika Serikat (AS) yang tengah berpatroli di Selat Hormuz.

Namun, media negara dan perwakilan militer resmi Iran segera meluruskan kesimpangsiuran tersebut. Mereka menegaskan bahwa suara ledakan dan dentuman keras di wilayah selatan Iran murni bersumber dari aktivitas militer di tengah laut.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement