Rabu 27 May 2026 16:00 WIB

Refleksi Idul Adha: Totalitas Penghambaan dalam Manasik yang Transendental

Ritual haji merupakan rangkaian ibadah yang penuh makna.

Umat muslim berkumpul di Jabal Rahmah untuk melaksanakan wukuf saat puncak ibadah haji di Arafah, Mekkah, Arab Saudi, Selasa (26/5/2026). Jutaan umat muslim melaksanakan wukuf di Arafah sebagai puncak dari pelaksanaan ibadah Haji.
Foto: EPA
Umat muslim berkumpul di Jabal Rahmah untuk melaksanakan wukuf saat puncak ibadah haji di Arafah, Mekkah, Arab Saudi, Selasa (26/5/2026). Jutaan umat muslim melaksanakan wukuf di Arafah sebagai puncak dari pelaksanaan ibadah Haji.

Oleh: Azis Subekti, mahasiswa Program Doktor Hukum UAI, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Barangkali problem terbesar manusia modern bukan karena ia tidak memiliki Tuhan. Problem terbesarnya justru karena manusia terlalu sering menempatkan dirinya sendiri di posisi yang seharusnya hanya layak dimiliki Tuhan.

Manusia ingin menentukan segalanya.

Baca Juga

Ingin menguasai segalanya.

Ingin dipuji.

Ingin diikuti.

Ingin menjadi pusat dari hidupnya sendiri.

Dan tanpa disadari, ego perlahan berubah menjadi “berhala” baru dalam kehidupan modern.

Mungkin karena itulah Idul Adha selalu datang membawa pelajaran yang terasa keras sekaligus menenangkan: bahwa manusia tidak akan pernah utuh sebelum ia belajar menjadi hamba.

Bukan hamba manusia.

Bukan hamba kekuasaan.

Bukan hamba uang.

Bukan hamba popularitas.

Melainkan hamba Allah.

Dan seluruh pelajaran itu diperas secara mendalam dalam ibadah haji.

photo
Infografis Rahasia di Balik Pilar-Pilar Raudhah. Infografis haji. - (Republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement