Selasa 26 May 2026 09:29 WIB

Indef: Transaksi Capai Rp26,89 T, Hewan Kurban Surplus Ekstrem di Jawa, Daerah Alami Defisit Parah

Jumlah hewan kurban mencapai 1,59 juta ekor.

 Sapi milik Peternak asal Kampung Pasirkuning, RT 01/11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB, Jawa Barat terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto. 
Foto: Republika/Ferry Bangkit Rizki
Sapi milik Peternak asal Kampung Pasirkuning, RT 01/11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB, Jawa Barat terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memproyeksikan nilai transaksi simulasi mikro hewan kurban pada Idul Adha 1447H/2026 mencapai Rp26,89 triliun.

“Proyeksi nilai kurban di 2026 valuasinya itu adalah Rp26,89 triliun proyeksi nilai transaksi simulasi mikro,” kata Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) Indef Nur Hidayah dalam diskusi daring di Jakarta, Senin (25/5) malam.

Baca Juga

Lebih lanjut, Nur mengatakan proyeksi jumlah hewan kurban pada Idul Adha tahun ini adalah sebanyak 1,59 juta ekor, yang terdiri dari 493 ribu ekor sapi dan 1,09 juta kambing atau domba. Sementara itu, tonase pangannya adalah 99.290 ton total estimasi daging kurban terdistribusi.

“Volume daging kurban yang mencapai 99.290 ton ini diestimasikan ekuivalen dengan pemenuhan kebutuhan protein hewani harian seluruh populasi Indonesia selama 2,5 hari,” ujar Nur.

Di balik angka tersebut, ia menyoroti timbulnya paradoks distribusi kurban yang dinilai memperlebar disparitas alih-alih mereduksi ketimpangan sosial.

“Karena ada surplus ekstrem di Jawa sebesar Rp21,42 triliun atau 79,67 persen pangsa nasional kelebihan pasokan daging berkonsentrasi tinggi. Di sisi lain, ada defisit parah lebih kecil dari 20 persen kecukupan, misalnya di Papua hanya Rp0,11 triliun atau 0,41 persen, dan Maluku Rp0,03 triliun atau 0,10 persen,” kata dia.

 

photo
IDEAS memperkirakan potensi ekonomi kurban nasional pada 2026 mencapai Rp 26,89 triliun. - (IDEAS)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement