Jumat 22 May 2026 14:36 WIB

Transportasi Menuju Armuzna Disiapkan, Jamaah Lansia dan Disabilitas Diprioritaskan

Regulasi pergerakan dari Makkah ke Arafah mengacu pada norma yang ditetapkan Naqabah.

Seorang jamaah dari Bone, Sulawesi Selatan, Malka (75 tahun) memperoleh bantuan dari petugas haji layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) di Hotel Arkan Al Manar di Madinah, Rabu (29/4/2026).
Foto: Fernan Rahadi/Republika
Seorang jamaah dari Bone, Sulawesi Selatan, Malka (75 tahun) memperoleh bantuan dari petugas haji layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) di Hotel Arkan Al Manar di Madinah, Rabu (29/4/2026).

Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Makkah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID,  MAKKAH — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan kesiapan transportasi menjelang puncak prosesi ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan demi memastikan pergerakan 527 kloter jamaah haji Indonesia berjalan dengan lancar dan tepat waktu. Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun jadwal pergerakan yang ketat demi menghindari keterlambatan di lapangan.

Baca Juga

"Kami siapkan jadwal pergerakan untuk 527 kloter menuju Armuzna. Trip pertama dari Makkah akan dimulai pukul tujuh pagi. Oleh karena itu, kami membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang wajib dipatuhi jamaah," ujar Syarif di Makkah, Arab Saudi, Rabu (20/5/2026) malam.

Untuk memastikan kelancaran keberangkatan, pihaknya menetapkan timeline persiapan bagi jamaah sebelum bus tiba di hotel. Enam jam sebelum keberangkatan, jamaah sudah harus menyiapkan perbekalan masing-masing. Tiga jam sebelum keberangkatan, jamaah sudah selesai memakai pakaian ihram. Terakhir, satu jam sebelum keberangkatan jamaah sudah turun dan berkumpul di lobi hotel.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

"Dengan demikian, keberangkatan ke Armuzna akan mengikuti jadwal tersebut. Jika dipatuhi dan ditaati, Insya Allah tidak akan ada yang terlambat. Pola yang sama juga akan diterapkan untuk pergerakan dari Arafah ke Muzdalifah, Mina, hingga kembali lagi ke Makkah," kata dia.

Seluruh pergerakan tersebut akan dikontrol ketat oleh Ketua Regu (Karu) yang masing-masing membawahi 10 orang jamaah. Mengenai armada bus yang dikerahkan, Syarif menjelaskan, regulasi pergerakan dari Makkah ke Arafah mengacu pada norma yang ditetapkan oleh Naqabah (Organda Arab Saudi).

Setiap Maktab/Markaz yang menampung sekitar 3.000 orang jamaah akan difasilitasi oleh tujuh unit bus dari Naqabah. Bus-bus ini akan beroperasi dalam tiga shift waktu (pagi, siang, dan sore), di mana setiap shift bus akan berputar sebanyak tiga kali (trip).

 

sumber : MCH 2026
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi