Kamis 21 May 2026 18:39 WIB

Sembilan WNI Diculik Israel, Para Aktivis Kian Semangat Tembus Blokade Gaza

Penahanan itu merupakan bentuk penculikan karena dilakukan di perairan internasional.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
General Manager Advokasi Dompet Dhuafa Arif Rahmadi Haryono saat aksi Kamisan di Jakarta, Kamis(21/5/2026).
Foto: Republika/Muhyiddin
General Manager Advokasi Dompet Dhuafa Arif Rahmadi Haryono saat aksi Kamisan di Jakarta, Kamis(21/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — General Manager Advokasi Dompet Dhuafa, Arif Rahmadi Haryono menegaskan penahanan sembilan warga negara Indonesia (WNI) oleh Israel tidak akan menghentikan semangat relawan kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan ke Gaza, Palestina.

Hal itu disampaikan Arif dalam aksi Kamisan yang digelar di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis(21/5/2026). Aksi tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat bersama aktivis solidaritas Palestina dan lembaga kemanusiaan, mahasiswa, dan aktivis HAM.

Baca Juga

“Insya Allah tidak menurunkan semangat. Justru dengan kejadian insiden ini makin membuat kami semakin semangat untuk menembus blokade Gaza, menembus blokade kemanusiaan,” ujar Arif kepada Republika di tengah ratusan massa aksi.

Ia menjelaskan, aksi solidaritas tersebut membawa dua tuntutan utama. Pertama, mendesak penghentian genosida dan penjajahan terhadap rakyat Palestina. Kedua, mendorong pembebasan sembilan WNI yang ditahan Israel saat menjalankan misi kemanusiaan.

Menurut Arif, sembilan WNI tersebut terdiri atas lima aktivis kemanusiaan dan empat jurnalis. Mereka tergabung dalam delegasi misi bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza bersama jaringan internasional solidaritas Palestina.

“Kami bersama teman-teman aksi Kamisan, Gerakan Pembebasan Masyarakat Palestina, dan juga Global Peace Convoy Indonesia menyuarakan pembebasan masyarakat Palestina dan juga pembebasan warga negara Indonesia yang disandera oleh Israel,” kata dia.

 

photo
Relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang melalui jalur darat Global Sumud Flotilla yang tertahan di Libya, Rabu (20/5/2026). - (Dok GPCI)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement