Kamis 21 May 2026 18:01 WIB

Kala Santri di Depok Belajar Mitigasi Bencana dari Jepang

Lewat pelatihan ini, peserta diajak memahami potensi risiko bencana.

B-Sport Disaster Prevention Education Project digelar di Pesantren Al Hamidiyah, Depok, Kamis(21/5/2026).
Foto: Ist
B-Sport Disaster Prevention Education Project digelar di Pesantren Al Hamidiyah, Depok, Kamis(21/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK — Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, Jawa Barat, bersama JCI (Junior Chamber International) Indonesia, JCI Jayakarta, dan JCI Jepang menggelar B-Sport Disaster Prevention Education Project bagi santri Pesantren Al-Hamidiyah di Depok, Kamis dan Jumat (21-22 Mei 2026). 

Kegiatan ini menggabungkan aktivitas olahraga dan pelatihan kesiapsiagaan tanggap darurat bencana yang dikenal luas masyarakat Jepang sebagai Japanese-style Evacuation Education. Indonesia dipilih sebagai lokasi kegiatan mengingat statusnya sebagai negara kepulauan yang dikelilingi oleh cincin api dan kerap mengalami berbagai bentuk bencana alam. Sementara itu, masyarakat yang terdampak belum memiliki kesiapan yang memadai. 

Baca Juga

Jajaran Manajemen Yayasan Islam Al-Hamidiyah turut menyambut kehadiran delegasi dari JCI Indonesia, yaitu Deputy National President, Mr. Dicky Cahyadi Nurhalim; National Treasurer, Mr. Aki Pratomodono; SDGs & RISE Chairlady, Mrs. Deassy Roosiana, T.H.; serta 2022 Past National President, Mr. Gaudi Agathon. Turut hadir pula perwakilan dari Embassy of Japan, Director of Political Section, Mr. Tanaka Motoyasu.

Selain itu, hadir tim dari JCI Japan, yaitu Chairman, Mr. Kento Ogura; Vice-Chairman, Mr. Daisuke Himeno, General Secretary, Mr. Haruo Nakayama; serta para Committee Member, yaitu Mr. Takumi Tominaga, Mr. Atsushi Iwasa, dan Mr. Tomohiro Izawa. Hadir pula tim JCI Jayakarta, yaitu Local President, Mr. Kevin Jonathan; Executive Vice President, Mr. Isaac Dewanto; serta Project Director, Mr. Alvin Artadi.

Pada pembukaan acara, Kepala Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah, Prof. Dr. KH Oman Fathurahman., menyambut para tamu dengan hangat. “Pesantren Al-Hamidiyah adalah salah satu pesantren yang selalu menerima kebaruan. Meskipun Pesantren Al-Hamidiyah berfokus pada pendidikan keagamaan, kami sangat mengapresiasi inisiatif pelatihan mitigasi bencana ini. Hal ini penting mengingat Indonesia adalah wilayah yang sangat rawan bencana, bahkan frekuensi gempa dapat lebih tinggi dibandingkan Jepang, sementara kesiapsiagaan kita masih perlu terus ditingkatkan,”tegas dia lewat keterangan tertulis, Kamis(21/5/2026).

Oman juga menyampaikan ucapan terima kasih karena telah menjadikan Pesantren Al-Hamidiyah sebagai tuan rumah pelatihan mitigasi bencana langsung dari Jepang. Ke depan, dia berharap, kegiatan ini bisa berkelanjutan dan disinergikan dengan pendekatan sains, mitigasi bencana, serta pendekatan agama dan budaya.

Deassy Roosiana T.H., Chairlady SDGs & RISE JCI Indonesia selaku inisiator program, mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada JCI Jepang dan JCI Indonesia untuk dapat berkolaborasi dalam kegiatan pelatihan ini. Dia menegaskan, kegiatan ini bukan pelatihan biasa, melainkan bagian dari ikhtiar bersama dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan sekitar.

 

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement