Kamis 21 May 2026 17:14 WIB

'Kurangi Risiko Bencana dari Kelurahan'

Pengurangan risiko bencana tidak cukup dilakukan saat keadaan darurat terjadi.

Prof Dr dr Basuki Supartono SpOT
Foto: Dok BSMI
Prof Dr dr Basuki Supartono SpOT

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Unsur Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Prof Basuki Supartono membuka kegiatan Pentahelix Pengurangan Risiko Bencana di UPN Veteran Jakarta, Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana di Indonesia.

Koordinator Pusat Studi Bencana UPN Veteran Jakarta ini mengungkapkan, kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama BPBD DKI Jakarta, Kelurahan Pondok Labu Jakarta Selatan, dan UPN Veteran Jakarta.

Baca Juga

Sekitar 70 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Peserta terdiri atas warga Kelurahan Pondok Labu dan mahasiswa UPN Veteran Jakarta. Kegiatan berlangsung dalam suasana edukatif, partisipatif, dan kolaboratif.

Dalam sambutannya, Basuki menegaskan pentingnya penguatan kesiapsiagaan masyarakat sejak tingkat kelurahan. Menurut dia, Indonesia membutuhkan budaya sadar bencana yang dibangun secara sistematis dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, pengurangan risiko bencana tidak cukup dilakukan saat keadaan darurat terjadi. Mitigasi harus diperkuat melalui edukasi, pelatihan, dan kolaborasi lintas sektor. Pendekatan tersebut dinilai penting bagi negara dengan tingkat kerawanan bencana tinggi seperti Indonesia.

Basuki juga menekankan pentingnya pendekatan Pentahelix dalam pengurangan risiko bencana nasional. Pendekatan tersebut memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi ancaman bencana.

photo
Petugas mengevakuasi korban gempa bumi dari ketinggian saat simulasi darurat bencana di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Mamuju, Senin (11/5/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat menggelar simulasi tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana serta melatih kemampuan mitigasi dan koordinasi penanganan darurat. - (ANTARA FOTO/Akbar Tado)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement