Kamis 21 May 2026 15:06 WIB

Bus Shalawat akan Berhenti Besok, Jamaah Haji RI Diminta tak Paksakan Diri ke Masjidil Haram

Layanan bus shalawat baru akan beroperasi kembali pada 14 Dzulhijjah.

Rep: Fernan Rahadi/ Red: A.Syalaby Ichsan
Jamaah calon haji menaiki bus Shalawat di Syisyah untuk menuju Masjidil Haram, di Makkah, Arab Saudi, Jumat (1/5/2026). Kementerian Haji dan Umrah mengoperasikan sebanyak 452 unit bus Shalawat untuk melayani jamaah calon haji Indonesia di Makkah selama 24 jam penuh mencakup 21 rute dari hotel menuju Masjidil Haram melalui tiga terminal utama Ajyad, Jabal Ka
Foto: ANTARA FOTO/Citro Atmoko
Jamaah calon haji menaiki bus Shalawat di Syisyah untuk menuju Masjidil Haram, di Makkah, Arab Saudi, Jumat (1/5/2026). Kementerian Haji dan Umrah mengoperasikan sebanyak 452 unit bus Shalawat untuk melayani jamaah calon haji Indonesia di Makkah selama 24 jam penuh mencakup 21 rute dari hotel menuju Masjidil Haram melalui tiga terminal utama Ajyad, Jabal Ka

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH — Layanan bus shalawat yang selama ini mengantar jamaah haji Indonesia dari hotel ke Masjidil Haram akan diberhentikan sementara mulai Jumat, 5 Dzulhijjah atau 22 Mei pukul 18.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Penghentian sementara ini dilakukan guna menyambut persiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kepala Bidang Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Syarif Rahman, mengimbau para jamaah untuk menyesuaikan aktivitas ibadah mereka dengan kebijakan ini.

Baca Juga

"Kami mengimbau jamaah untuk beribadah di mushala atau masjid di sekitar hotel saja. Karena penghentian ini bertepatan dengan hari Jumat, sebaiknya jamaah tidak memaksakan diri untuk tetap sholat di Masjidil Haram," ujar Syarif di Kantor Daker Makkah, Rabu (20/5/2026) Waktu Arab Saudi (WAS).

Layanan bus shalawat baru akan kembali beroperasi normal setelah fase Armuzna, tepatnya pada 14 Dzulhijjah mulai pukul 01.00 WAS.

Bagi jamaah gelombang pertama, khususnya kloter-kloter awal yang akan segera kembali ke Tanah Air setelah fase Armuzna, PPIH memastikan layanan bus shalawat siap memfasilitasi kebutuhan ibadah mereka. Jamaah bisa memanfaatkan bus shalawat untuk melaksanakan Thawaf Ifadhah dan Thawaf Wada'. Dengan adanya layanan ini, jemaah tidak perlu berjalan kaki jauh atau mengeluarkan biaya ekstra untuk naik taksi.

"Sekali lagi, kita akan berikan (layanan bus) kepada jemaah yang akan melaksanakan Thawaf Ifadhah dan Wada'," ujar Syarif.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : MCH 2026
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement