Kamis 21 May 2026 14:48 WIB

Dokter Anjurkan Jamaah Haji Bawa 'Apotek Mini' saat di Armuzna

Ibadah saat puncak haji memerlukan kondisi fisik yang prima.

ILUSTRASI Obat-obatan. Jamaah haji disarankan membawa obat-obatan pribadi dan multivitamin jelang puncak haji
Foto: Republika/Agung Sasongko
ILUSTRASI Obat-obatan. Jamaah haji disarankan membawa obat-obatan pribadi dan multivitamin jelang puncak haji

Oleh: Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Makkah, Arab Saudi

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Menjelang fase puncak haji 1447 H/2026 M di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Arab Saudi, jamaah haji Indonesia diimbau menyiapkan "apotek mini" pribadi. Itu terdiri atas obat-obatan pribadi, vitamin, dan perlengkapan medis lainnya. Mereka cukup mamasukkannya ke dalam tas kecil yang mudah dibawa ke mana-mana selama perjalanan ibadah.

Dokter haji Indonesia, dr. Muhammad Fathi Banna Al Faruqi mengatakan, "apotik mini" dapat membantu jamaah tetap sehat dan mandiri di tengah kondisi Armuzna yang padat dan penuh aktivitas fisik.

Baca Juga

Menurut dr. Fathi, saat pemberangkatan jamaah haji RI menuju Armuzna, koper besar milik mereka akan ditinggal di hotel. Alhasil, para tamu Allah hanya membawa tas ransel yang berisi perlengkapan penting.

Karena itu, Fathi mengingatkan, perlengkapan kesehatan pribadi menjadi sangat krusial untuk dibawa. Dengan begitu, jamaah dapat mengantisipasi kondisi darurat ringan selama perjalanan.

“Di Armuzna, kepadatan jamaah sangat tinggi dan jarak menuju pos kesehatan bisa terasa jauh. Karena itu jamaah sebaiknya memiliki P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan) mandiri agar keluhan ringan bisa segera ditangani sebelum menjadi berat,” ujarnya di Makkah, Arab Saudi, pada Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, salah satu perlengkapan terpenting yang wajib dibawa adalah cairan oralit. Menurutnya, cuaca panas ekstrem saat Armuzna membuat risiko dehidrasi sangat tinggi, terutama bagi jamaah lansia.

“Oralit ini bisa menjadi penyelamat saat tubuh mulai lemas, pusing, atau kehilangan cairan akibat panas,” jelasnya.

Selain oralit, jamaah juga dianjurkan membawa pelembab berbahan petroleum jelly tanpa parfum untuk mencegah lecet pada paha dan tumit akibat berjalan jauh menuju lokasi lontar jumrah.

“Lecet kecil bisa menjadi masalah besar saat Armuzna karena jamaah harus banyak berjalan kaki,” katanya.

Untuk mengatasi keluhan umum seperti sakit kepala, pegal, atau demam ringan, jamaah juga disarankan membawa obat pereda nyeri seperti parasetamol yang dinilai relatif aman bagi kebanyakan orang.

Dokter Fathi juga mengingatkan pentingnya membawa obat rutin pribadi dengan stok minimal lima hingga enam hari. Obat tersebut harus disimpan di tas Armuzna, bukan di koper besar yang ditinggal di hotel.

“Jangan sampai obat rutin tertinggal. Ini sangat penting terutama bagi jamaah yang memiliki penyakit bawaan," katanya.

Selain itu, perlengkapan sederhana seperti plester luka, obat maag, obat diare, hingga minyak kayu putih atau aromaterapi juga dianjurkan tersedia di dalam tas kecil jamaah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement