REPUBLIKA.CO.ID, SAN DIEGO— Sejak terungkapnya detail serangan terhadap pusat Islam di Kota San Diego pada Senin kemarin, pujian terhadap aksi heroik penjaga masjid yang melindungi anak-anak sekolah Islam dengan tubuhnya sendiri terus mengalir deras.
Sebelumnya, Kepolisian San Diego mengumumkan bahwa lima orang tewas dalam serangan yang menargetkan pusat Islam tersebut, termasuk dua pelaku yang disebut masih berusia remaja, serta seorang penjaga pusat Islam.
Laporan media dan pernyataan lanjutan dari kepolisian menyebutkan bahwa serangan yang terjadi sekitar pukul 11.45 siang waktu setempat—saat para siswa sedang bermain di halaman sekolah Islam yang berada di kompleks masjid—berpotensi berubah menjadi pembantaian mengerikan andai tidak dihalangi oleh sang penjaga, Amin Abdullah.
Lalu bagaimana Amin berhasil mencegah para penyerang mencapai anak-anak sekolah? Dan bagaimana dia gugur? Berikut rinciannya sebagaimana dikutip Republika.co.id, Rabu (20/5/2026 dari Aljazeera:
Siapa Amin Abdullah?
Menurut sejumlah imam dan tokoh Muslim, di antaranya Omar Suleiman, Amin Abdullah adalah seorang warga Amerika yang memeluk Islam dan telah bertahun-tahun bekerja sebagai penjaga masjid di San Diego.
Imam lain, yakni Syekh Uthman Ibn Farooq, mengenangnya sebagai pribadi yang istiqamah dan baik. Dia mengatakan telah mengenal Amin lebih dari 20 tahun dan pernah menunaikan umrah bersamanya.
Bagaimana dia melindungi anak-anak?
Sejumlah laporan media Amerika menyebutkan bahwa Amin melihat kedua penyerang sebelum mereka mencapai gerbang pusat Islam.
Sheikh Uthman reveals two of the people who were killed, in the attack at the Islamic centre of San Diego, were his personal friends 😳💔
"I knew them, we did Umrah together" 😔 pic.twitter.com/Ts9aHewm4L
— GOATKO (@Goatedko) May 19, 2026