Selasa 19 May 2026 08:19 WIB

Yang Ditutup-tutupi Israel di Balik Slogan Militer Paling Bermoral di Dunia

Tentara Israel takut diburu Pengadilan Internasional.

Tangkapan layar video kejahatan tentara Israel di penjara Sde Teiman yang disebarkan Yifat Tomer-Yerushalmi pada 2024.
Foto: Dok Republika
Tangkapan layar video kejahatan tentara Israel di penjara Sde Teiman yang disebarkan Yifat Tomer-Yerushalmi pada 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Pada 29 Juli 2024, di tengah perang yang disebut banyak pihak sebagai perang pemusnahan di Gaza, tentara Israel terlihat bertahan di posisi mereka dalam penjara “Sde Teiman” untuk menolak penangkapan terhadap sesama prajurit.

Yang hendak menangkap mereka bukanlah musuh, melainkan rekan mereka sendiri dari Polisi Militer Israel.

Baca Juga

Penangkapan itu dilakukan setelah sejumlah tentara penjara diduga terlibat dalam penyiksaan dan pemerkosaan terhadap seorang tahanan Palestina.

Kasus tersebut mencuat setelah rekaman video insiden itu bocor ke publik dan memicu kemarahan luas, sehingga memaksa lembaga-lembaga Israel bergerak demi menyelamatkan reputasi mereka.

Ironisnya, para tentara yang ditangkap justru memperoleh simpati besar dari partai-partai sayap kanan dan kelompok pemukim Israel.

Para pemukim bahkan menyerbu pengadilan militer di Beit Lid untuk mendukung tentara yang dituduh melakukan kejahatan tersebut.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyebut para tentara itu sebagai “pahlawan terbaik kami”, bersamaan dengan demonstrasi warga Israel di sekitar penjara terkenal itu untuk mendukung mereka.

Reaksi publik dan resmi yang mengejutkan tersebut bukanlah peristiwa luar biasa yang berdiri sendiri. Berbagai kejadian di Penjara Sde Teiman kini dianggap sebagai bagian dari pola yang semakin terlihat sejak Operasi Badai Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023.

Di tengah operasi militer Israel di berbagai front—mulai dari Gaza, Tepi Barat, Lebanon selatan hingga Suriah selatan—muncul indikasi kuat tentang merosotnya disiplin di dalam unit-unit tempur Israel.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement