Selasa 19 May 2026 06:38 WIB

Relawan dan Jurnalis Diculik Israel, Kiai Cholil: Semestinya Pemerintah Lindungi Warga Negaranya

MUI menyerukan agar wartawan Republika dibebaskan.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
Wakil Ketua MUI, KH Cholil Nafis menyampaikan tausiyah dalam acara Dzikir Nasional Republika di Masjid At-Thohir di Cimanggis, Depok, Kamis (31/12/2025). Kegiatan Dzikir Nasional Republika kali ini mengangkat tema Demi Masa, Semoga Kita Bukan Termasuk Orang yang Merugi.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Wakil Ketua MUI, KH Cholil Nafis menyampaikan tausiyah dalam acara Dzikir Nasional Republika di Masjid At-Thohir di Cimanggis, Depok, Kamis (31/12/2025). Kegiatan Dzikir Nasional Republika kali ini mengangkat tema Demi Masa, Semoga Kita Bukan Termasuk Orang yang Merugi.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada Senin (18/5/2026) malam menyampaikan bahwa lima orang warga negara Indonesia (WNI) termasuk jurnalis Indonesia diculik Zionis Israel.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI), KH Muhammad Cholil Nafis menegaskan, semestinya pemerintah Republik Indonesia melindungi warga negaranya.

Baca Juga

"Semestinya pemerintah Republik Indonesia melindungi warga negaranya, apalagi ini pekerja media tentu pemerintah Indonesia perlu menjelaskan dan mengupayakan pelepasan jurnalis dari penangkapan tentara Israel," kata Kiai Cholil kepada Republika, Senin (18/5/2026)

Sebelumnya, jurnalis Republika atas nama Thoudy Badai Rifan dan Bambang Noroyono dikabarkan suspected intercepted oleh Zionis Israel. Hal tersebut disampaikan Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Harfin Naqsyabandy, ia juga menyampaikan bahwa lima WNI ditangkap Zionis Israel termasuk para jurnalis dan empat lainnya masih berlayar.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Profesor Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan bahwa sangat prihatin menerima berita wartawan Republika diculik oleh tentara Israel. Sehubungan dengan itu, MUI menyerukan agar wartawan Republika dibebaskan dan meminta pemerintah Indonesia tidak membiarkan warga negaranya ditahan Israel.

photo
Jurnalis Republika Thoudy Badai (kiri) dan Bambang Noroyono (kanan). - (Republika)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement