Senin 18 May 2026 17:54 WIB

Jurnalis Republika Diduga Diculik Tentara Israel, MUI Desak Pemerintah RI Segera Turun Tangan

Saat dicegat Israel, para aktivis kemanusiaan sedang berada di perairan internasional

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Hasanul Rizqa
Tampak dalam tangkapan gambar layar CCTV kapal misi pelayaran Global Sumud Flotilla, Ozgurluk, yang membawa jurnalis Republika Thoudy Badai Rifan Billah, Senin (18/5/2026) WIB.
Foto: Republika
Tampak dalam tangkapan gambar layar CCTV kapal misi pelayaran Global Sumud Flotilla, Ozgurluk, yang membawa jurnalis Republika Thoudy Badai Rifan Billah, Senin (18/5/2026) WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras tindakan Israel yang telah mencegat dan menangkap sekira 100 aktivis kemanusiaan yang sedang berlayar dalam misi Global Sumud Flotila menuju Jalur Gaza, Palestina. Saat ditangkap militer Zionis, mereka sedang berada di perairan internasional. Di antaranya adalah seorang jurnalis Republika, Bambang Noroyono.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, pihaknya menyatakan keprihatinan yang mendalam atas kabar ini. MUI pun mendesak pemerintah RI agar tidak membiarkan warga negara Indonesia, termasuk jurnalis Republika, ditahan Israel.

Baca Juga

"Atas nama MUI, saya ingin menegaskan bahwa tindakan Israel yang menghalangi langkah kemanusiaan melalui kapal Sumud Flotila, termasuk penculikan wartawan Republika yang ikut serta dalam misi ini, adalah tindakan yang memalukan," ujar Sudarnoto kepada awak media Republika di Jakarta pada Senin (18/5/2026).

Ia menegaskan, tindakan Israel telah jelas-jelas menunjukkan ketakutan yang sangat luar biasa kepada pembela kemanusiaan dan perdamaian sejati. Penculikan yang dialami para aktivis, termasuk wartawan Republika, adalah contoh sebuah kepengecutan.

Alih-alih gentar, menurut Sudarnoto, hati nurani global akan semakin berani untuk mendukung Palestina. Akan semakin banyak relawan yang berusaha menembus blokade Israel untuk misi kemanusiaan ke Jalur Gaza.

"Sehubungan dengan itu saya menyerukan kepada negara-negara manapun yang saat ini membela Palestina untuk melakukan langkah diplomatik dan hukum atas tindakan Israel," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement