Senin 18 May 2026 05:52 WIB

Gawat, Siasat Berbahaya Terbaru Israel Ini Percepat Yahudisasi Masjid Al-Aqsa dan Kita Hanya Diam?

Israel ingin melakukan Yahudisasi Masjid Al-Aqsa.

Politikus sayap kanan Israel Itamar ben Gvir menerobos Kompleks Masjid al-Aqsa, Kamis (14/5/2026).
Foto: WAFA
Politikus sayap kanan Israel Itamar ben Gvir menerobos Kompleks Masjid al-Aqsa, Kamis (14/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM— Pemerintah Israel pada Ahad (17/5/2026) ini menyetujui sebuah keputusan yang ditandatangani Menteri Warisan Israel sekitar 10 bulan lalu, yang berisi perampasan rumah dan toko milik warga Palestina di jalur Bab al-Silsilah, Kota Tua Yerusalem Timur yang diduduki.

Dalam pernyataannya, Pemerintah Provinsi Yerusalem Palestina mengatakan otoritas pendudukan Israel hari ini menyetujui rencana untuk mengambil alih properti-properti Palestina di kawasan Bab al-Silsilah yang berbatasan langsung dengan Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem yang diduduki.

Baca Juga

Menurut Radio Militer Israel pada Kamis lalu, salah satu jalan di Kota Tua Yerusalem akan segera berubah menjadi “jalan konflik”, setelah adanya pemungutan suara yang memungkinkan warga Yahudi masuk ke kawasan tersebut dan menjadikannya bagian dari permukiman Yahudi.

Radio itu menyebut pemerintah Israel mendefinisikan penyitaan properti di kawasan tersebut sebagai bagian dari langkah untuk memperkuat kedaulatan di wilayah itu.

Namun, langkah tersebut memicu kekhawatiran di kalangan warga dan pedagang Palestina yang telah lama menetap di lokasi strategis tersebut, yang hanya berjarak beberapa langkah dari Masjid Al-Aqsa.

Seorang pedagang di jalur Bab al-Silsilah, tempat seluruh toko yang berada di depan tokonya diperkirakan akan disita, mengatakan bahwa para pedagang dan warga hidup dalam kecemasan sejak muncul kabar bahwa penyitaan itu bisa benar-benar terjadi.

Dalam wawancaranya dengan Aljazeera Net — sambil menolak menyebutkan namanya karena takut mendapat tekanan dan penindasan dikutip Senin (18/5/2026) — dia mengatakan situasi di kawasan sensitif itu akan menjadi bencana jika properti-properti tersebut dikosongkan demi perluasan kawasan Yahudi.

Hingga kini, kawasan tersebut masih dipenuhi nuansa kehadiran Palestina yang mampu mengikis upaya Yahudisasi visual yang dipaksakan di ruang publik, setelah keberadaan Yahudi ditanamkan di kawasan itu sejak beberapa dekade lalu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement