Sabtu 16 May 2026 05:42 WIB

Di Balik Keangkeran Nama Yakuza Maneges, Benarkah Ada Misi Dakwah di Dalamnya?

Yakuza Maneges dinilai harus membuktikan konsistensi gerakan.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Deklarasi Yakuza Maneges di Kediri, 9 Mei 2026
Foto: Tangkapan Layar X
Deklarasi Yakuza Maneges di Kediri, 9 Mei 2026

REPUBLIKA.CO.ID,KEDIRI — Nama “Yakuza” selama ini identik dengan organisasi kriminal Jepang. Namun di Kota Kediri, nama itu justru dipakai untuk gerakan dakwah dan transformasi sosial. Sebuah organisasi bernama Yakuza Maneges resmi dideklarasikan pada 9 Mei 2026 di Hotel Bukit Daun, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Organisasi ini diprakarsai Gus Thuba Topo Broto Maneges, cucu ulama kharismatik KH Hamim Thohari Djazuli (Gus Miek). Berbeda dengan citra Yakuza yang dikenal dunia, Yakuza Maneges mengklaim hadir sebagai wadah pembinaan masyarakat marginal, eks-preman, hingga kelompok yang kerap disebut “santri jalur kiri” agar menemukan jalan hidup baru melalui pendekatan dakwah dan kemanusiaan.

Baca Juga

Dalam deklarasinya, Yakuza Maneges menegaskan mereka bukan kelompok kriminal, melainkan organisasi sosial dengan pendekatan restorative justice atau pemulihan sosial. Kehadiran sejumlah pejabat daerah dalam acara itu turut menyedot perhatian publik.

Kehadiran unsur pemerintah dan aparat penegak hukum itu dinilai memberi pesan bahwa Yakuza Maneges ingin ditempatkan sebagai mitra sosial pemerintah, bukan sekadar gerakan pinggiran.

Sosok sentral di balik organisasi ini adalah Gus Thuba. Ia merupakan putra Kiai Tijani Robert Saifunnawas atau Gus Robert dan Ning Nida Duturiah, putri KH Ahmad Shiddiq.

Dari garis keturunan itu, Gus Thuba mewarisi trah ulama besar NU sekaligus tradisi dakwah inklusif ala Gus Miek yang dikenal merangkul siapa pun tanpa memandang latar belakang.

Dalam kesehariannya, Gus Thuba aktif melanjutkan tradisi Majelis Semaan Alquran dan Dzikrul Ghofilin Moloekatan. Gaya dakwahnya yang sederhana, lugas, dan dekat dengan anak muda membuatnya memiliki basis pengikut yang terus berkembang di Kediri dan sekitarnya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement