Jumat 15 May 2026 13:00 WIB

Inilah Israel Raya yang Hendak Diwujudkan Netanyahu, Berlumuran Darah dan Air Mata

Israel Raya tidak hanya kekuasaan wilayah tetapi juga hegemoni.

  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengacungkan peta Israel saat berpidato pada sesi ke-78 Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York, New York, AS, 22 September 2023.
Foto: EPA-EFE/JUSTIN LANE
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengacungkan peta Israel saat berpidato pada sesi ke-78 Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York, New York, AS, 22 September 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Istilah “Israel Raya” selama ini sering dipahami sebatas proyek perluasan wilayah Israel melalui pendudukan dan pembangunan permukiman di tanah Palestina.

Namun menurut pakar Taurat, Mazin al-Najjar, dalam karyanya Hadzihi Hiya Israil Kubra al-Lati Yuriduha Netanyahu yang dikutip dari Aljazeera, Jumat (15/5/2026), konsep tersebut jauh lebih besar dan lebih berbahaya daripada sekadar ekspansi geografis.

Baca Juga

Bagi Netanyahu dan kelompok kanan Israel, “Israel Raya” bukan hanya tentang menambah luas wilayah kekuasaan Israel.

Proyek ini dipandang sebagai agenda geopolitik besar untuk membentuk ulang Timur Tengah di bawah dominasi Israel, sekaligus menjadikan negara itu sebagai pusat kekuatan regional bahkan global.

Konsep tersebut, menurut al-Najjar, dibangun di atas gagasan bahwa Israel harus menjadi aktor utama yang menentukan arah politik, keamanan, energi, dan keseimbangan kekuatan di kawasan.

Karena itu, proyek “Israel Raya” tidak lagi berhenti pada pendudukan Palestina, tetapi berkembang menjadi visi hegemonik yang mencakup pengaruh luas terhadap negara-negara Arab, Iran, Turki, bahkan jalur perdagangan dan energi internasional.

Dalam tiga puluh bulan terakhir, Israel dinilai semakin memperlihatkan bentuk nyata proyek tersebut. Jalur Gaza dihancurkan secara masif hingga sebagian besar infrastrukturnya luluh lantak.

Ratusan ribu warga menjadi korban jiwa maupun luka-luka, sementara jutaan lainnya hidup dalam pengungsian dan keterbatasan ekstrem.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement