Selasa 12 May 2026 17:44 WIB

Kekuatan Arab yang Lumpuh dan Apakah akan Bangkit Seperti Kejayaan Bersama Islam?

Arab menghadapi kelemahan spiritual menurut penulis.

KTT Liga Arab ilustrasi.
Foto: VOA
KTT Liga Arab ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Dalam salah satu gagasannya yang tajam dan penuh kegelisahan, Muhibbuddin Al-Khatib melalui bukunya Al-Hadiqah menggambarkan kemunduran dunia Timur bukan semata karena lemahnya kekuatan material, melainkan karena hilangnya hubungan umat dengan sumber kekuatan ruhaniahnya sendiri.

Menurut Al-Khatib, Timur mulai kehilangan martabat dan pengaruhnya ketika bangsa Arab—sebagai pembawa risalah Islam—melupakan jati dirinya, melupakan tugas sejarahnya, dan tidak lagi memahami nilai besar yang pernah mereka emban bagi umat manusia.

Baca Juga

Ia menulis bahwa dunia Timur tidak akan kembali memperoleh kekuatan dan kehidupannya kecuali apabila kembali mengambil iman Muhammadi dari sumbernya yang pertama YITUdari mata air yang dahulu memancar membawa cahaya peradaban bagi manusia.

Bagi Al-Khatib, Islam bukan sekadar agama ritual, melainkan sumber kebangkitan moral, intelektual, dan peradaban.

Ketika Islam hidup dalam kejernihan ajarannya sebagaimana pada masa Rasulullah SAW dan generasi awal Islam, maka manusia akan menemukan obat bagi berbagai penyakit sosial dan kemanusiaannya.

Ia melihat dunia modern sedang terjebak dalam dua bencana besar: fanatisme nasionalisme dan ideologi materialistik yang menghancurkan nilai-nilai manusia.

Menurutnya, manusia terus berpindah dari satu penyakit menuju penyakit lainnya karena meninggalkan petunjuk Islam.

Namun Al-Khatib juga mengingatkan bahwa penghalang terbesar manusia mengenal Islam terkadang justru datang dari umat Islam sendiri.

photo
Kitab kedokteran fenomenal sarjana muslim - (republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement