REPUBLIKA.CO.ID,TEL AVIV — Militer pendudukan Israel mengumumkan pada Senin(11/5/2026) waktu setempat jika seorang prajurit cadangan, Sersan Alexander Globinev (47 tahun), tewas setelah sebuah pesawat nirawak (drone) peledak yang diluncurkan Hizbullah menghantam situs militer di dekat pemukiman Manara, perbatasan Lebanon.
Menurut keterangan militer Israel, Globinev yang berasal dari Petah Tikva bertugas sebagai pengemudi di Batalyon 6924 Pusat Transportasi Militer di bawah Divisi Teknologi dan Logistik Israel. Saat serangan terjadi, ia dilaporkan sedang mengangkut peralatan berat menuju lokasi militer tersebut.
Berdasarkan keterangan penjajah Israel, Hizbullah terindikasi meluncurkan setidaknya empat unit drone bermuatan peledak ke arah area tersebut secara bersamaan.
Korban bertambah
Kematian Globinev menambah daftar panjang korban di pihak militer Israel seiring meningkatnya eskalasi operasi drone Hizbullah yang menyasar pasukan di Lebanon selatan dan wilayah perbatasan. Pekan lalu, seorang prajurit dari Batalyon ke-sembilan juga dilaporkan terluka parah di Naqoura akibat serangan serupa.
Media penyiaran Israel, KAN, melaporkan bahwa tentara Israel kini tengah bersiap untuk membekali pasukannya dengan amunisi fragmentasi yang dibeli dari Amerika Serikat.
Langkah ini diambil guna memperkuat pertahanan udara dalam menghadapi ancaman drone Hizbullah yang kian agresif. Sementara itu, saluran berita i24 menggambarkan kampanye serangan udara Hezbollah ini sebagai "mimpi buruk bagi Israel" yang memicu kecemasan mendalam di lingkaran militer dan politik.