Senin 11 May 2026 10:11 WIB

Misteri Lumba-Lumba Tempur, Hewan Kamikaze Sungguhan Iran atau Kapal Selam Ringan?

Penggunaan lumba-lumba untuk militer sudah dikembangkan Iran sejak tahun 2000.

Drone Kamikaze yang diluncurkan Iran ke Israel diintersepsi oleh Angkatan Bersenjata Yordania.
Foto: @xumas_iq
Drone Kamikaze yang diluncurkan Iran ke Israel diintersepsi oleh Angkatan Bersenjata Yordania.

REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Madya Shahram Irani, menyatakan bahwa pasukannya telah menyiagakan armada kapal selam ringan buatan dalam negeri yang dijuluki sebagai “Lumba-lumba Teluk Persia”. Armada ini dikerahkan di perairan strategis Selat Hormuz untuk menghadapi potensi ancaman dari kapal-kapal militer asing.

Dilansir dari Tasniem, Laksamana Madya Irani menjelaskan, kapal selam ringan ini terus dikembangkan dan kini telah diposisikan di dasar laut Selat Hormuz. Penempatan ini disesuaikan dengan analisis ancaman yang ada, kemampuan teknis, serta kebutuhan operasional terkini.

Baca Juga

Menurut dia, kapal selam tersebut memiliki kemampuan unik untuk tetap berada di dasar laut dalam jangka waktu yang lama di wilayah strategis tersebut, sembari memantau dan siap melumpuhkan kapal musuh yang melintas.

Nama "Lumba-lumba Teluk Persia" sendiri merupakan sebutan akrab di kalangan perwira dan personel Angkatan Laut Iran. Laksamana Irani mencatat bahwa armada ini sempat muncul ke permukaan dalam sebuah operasi militer untuk mengenang para martir kapal perusak Dena, sekaligus sebagai unjuk kekuatan pertahanan maritim Iran.

Setelah melakukan berbagai manuver taktis dalam formasi tertentu, kapal-kapal tersebut kembali menyelam ke kedalaman laut untuk melanjutkan misi mereka.

photo
Peserta aksi dari gabungan sejumlah elemen aktivis melakukan long march menuju titik aksi di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Selasa (10/6/2025). Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas sekaligus mendorong perlindungan terhadap 12 aktivis gerakan Freedom Flotilla yang diculik oleh tentara Israel saat mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk penduduk di Gaza menggunakan kapal kemanusiaan di jalur perairan internasional. Penculikan yang dilakukan oleh tentara Israel tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap hukum internasional yang mengganggu kedaulatan sipil saat menjalankan misi kemanusiaan untuk warga Gaza, serta pelanggaran langsung atas tindakan sementara yang diperintahkan oleh Mahkamah Internasional (ICJ) yang menekankan perlunya pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan untuk penduduk Gaza. - (Republika/Thoudy Badai)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement