REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT— Dua insiden yang terdokumentasi pada awal Mei menjadi titik balik dalam memahami taktik baru yang digunakan operator drone Hizbullah.
Pada 6 Mei, Hizbullah merilis rekaman serangan terhadap kumpulan tentara Israel di wilayah Al-Bayadah. Dalam video tersebut, drone peledak terlihat bergerak tenang dan perlahan melewati deretan kendaraan militer hingga mencapai pos baru milik tentara Israel.
Drone itu kemudian mengejar para tentara yang berlarian mencari perlindungan di dalam bangunan. Rekaman memperlihatkan drone menghantam pintu masuk tepat ketika sejumlah tentara belum sempat masuk untuk berlindung.
Dua hari kemudian, Hizbullah kembali merilis dokumentasi serangan terhadap tank Merkava di pos militer “Nimr Al-Jamal” yang baru dibangun di dekat Alma Al-Shaab, Lebanon selatan.
Video tersebut menunjukkan bagaimana drone diarahkan dengan sangat presisi menuju lokasi pertahanan yang dilengkapi tanggul tanah dan perlengkapan militer.
Sesaat sebelum drone menghantam tank, seorang tentara Israel terlihat melompat keluar dari kendaraan dan melarikan diri untuk menghindari serangan langsung.
Menurut Aljazeera, dikutip Senin (11/5/2026), dokumentasi ini memperlihatkan tiga hal penting dalam dinamika pertempuran yang sedang berlangsung.
Pertama, kemampuan pengintaian Hizbullah yang semakin maju terhadap posisi-posisi tentara Israel di wilayah Lebanon. Hal itu memungkinkan mereka menyerang lokasi-lokasi baru seperti di Al-Bayadah dan Alma Al-Shaab.
יום בקו העימות: רחפן נפץ חמוש של חיזבאללה משוטט הבוקר סמוך לכפר גלעדי pic.twitter.com/Apcc0Lfy2y
— איתי בלומנטל 🇮🇱 Itay Blumental (@ItayBlumental) May 9, 2026