REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Direktur Jenderal Urusan Protokol di Kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Mazhar Husseini, mengungkap detail baru mengenai kondisi kesehatan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, serta detail mengenai cedera yang dialaminya pada hari pertama perang AS-Israel melawan Iran.
Husseini mengatakan, Mojtaba Khamenei mengalami memar di punggung dan lutut, sambil mencatat bahwa dia telah pulih dari sebagian luka tersebut dan menegaska dia dalam kondisi sehat sepenuhnya.
Dalam penjelasannya, Husseini menyinggung detail serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu, yang menargetkan kompleks kantor Pemimpin Tertinggi almarhum Ali Khamenei dan sekitarnya.
"Saya berada di kantor pada hari kejadian, di mana musuh menargetkan lokasi yang berjarak sekitar 30 meter dari kami, yang mengakibatkan syahidnya Mayor Jenderal Shirazi dan rekan-rekannya," kata Husseini saat menghadiri unjuk rasa anti-perang di Teheran pada Sabtu (9/5/2026).
Shirazi adalah kepala kantor militer Pemimpin Ali Khamenei. "Serangan itu menargetkan lokasi yang berjarak sekitar 80 meter dari tempat kerja Pemimpin," kata dia dikutip Aljazeera, dari kantor berita Fars, Ahad (10/5/2026).
Serangan musuh juga menargetkan lokasi yang berjarak antara 70 hingga 80 meter dari tempat kerja pemandu
Rumahnya menjadi sasaran
Husseini mengatakan, serangan udara itu menghancurkan tempat yang biasa digunakan Mojtaba Khamenei untuk memberikan ceramahnya, namun dia tidak berada di sana pada hari itu.
Lihat postingan ini di Instagram




