REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON—Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry memicu perhatian luas saat tampil dalam program The Briefing bersama mantan juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, pada 10 April lalu.
Dalam wawancara itu, dikutip dari Aljazeera, Jumat (8/5/2026), Kerry mengungkap bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama bertahun-tahun terus mendesak pemerintahan Amerika Serikat—mulai dari era George W Bush, Barack Obama, hingga Joe Biden—agar melancarkan serangan militer terhadap Iran. Namun seluruh presiden tersebut menolak, kecuali Donald Trump.
Pernyataan Kerry memunculkan pertanyaan besar yakni jika Trump memang mendukung pendekatan keras terhadap Iran, mengapa pada masa jabatan pertamanya ia tidak benar-benar melaksanakan permintaan Netanyahu?
Jawabannya dapat ditemukan dalam memoar Mike Pompeo, mantan Direktur CIA sekaligus Menteri Luar Negeri di era pemerintahan pertama Trump.
Dalam bukunya, Pompeo menulis bahwa Menteri Pertahanan saat itu, James Mattis, beserta birokrasi Pentagon sangat khawatir jika konflik dengan Iran benar-benar pecah.
“Mattis pernah berkata kepada saya: ‘Michael, jika kita berhadapan dengan Iran, merekalah yang akan mengendalikan eskalasi, dan kita akan berakhir dalam situasi yang sangat buruk,’” tulis Pompeo.
Sebelum Mattis, mantan Menteri Pertahanan era Bush dan Obama, Robert Gates, juga pernah memperingatkan bahwa serangan militer Amerika atau Israel terhadap Iran bisa berakibat “katastropik” dan justru mendorong program nuklir Iran menjadi semakin tersembunyi serta lebih sulit dihentikan.
Lihat postingan ini di Instagram




