REPUBLIKA.CO.ID,BEIRUT — Gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah, melancarkan serangkaian serangan terhadap pasukan pendudukan Israel yang beroperasi di Lebanon selatan pada Rabu (5/5/2026). Berdasarkan laporan media Lebanon dan Israel, serangan tersebut melibatkan penggunaan pesawat nirawak (drone) dan artileri yang menyasar berbagai titik militer.
Media Israel melaporkan sedikitnya delapan tentara Israel menjadi korban luka dalam serangan drone yang diluncurkan Hizbullah. Tak lama kemudian, militer Israel mengonfirmasi bahwa satu prajurit mengalami luka serius, sementara tiga lainnya luka ringan akibat ledakan perangkat peledak yang menyasar pasukan mereka di wilayah tersebut.
Juru bicara militer penjajah menyatakan bahwa para prajurit yang terluka telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, dan pihak keluarga telah diberikan notifikasi resmi.
Dalam pernyataan resminya, kelompok perlawanan tersebut mengeklaim para pejuangnya berhasil menargetkan konsentrasi tentara Israel di kota Aita al-Shaab menggunakan serangan drone yang memberikan "hantaman langsung."
Selain itu, Hizbullah menyasar kumpulan kendaraan dan personel militer Israel di kota Rashaf dan Adshit al-Qusayr dengan menggunakan rentetan roket serta tembakan artileri. Media Israel juga melaporkan aktifnya sirine di pemukiman Misgav Am menyusul kekhawatiran adanya infiltrasi drone musuh dari arah Lebanon.