
Oleh: Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Di tengah suasana riuh kedatangan jamaah haji Indonesia Kloter 11 dari Embarkasi JKS (Jakarta-Bekasi) di Taj Ward Hotel, Madinah, Arab Saudi, Senin (4/5/2026) malam, satu sosok perempuan bertinggi semampai cukup menarik perhatian. Di saat satu per satu jamaah turun dari bus, wanita muda berkacamata itu sudah bersiap di depan pintu masuk hotel sambil menyunggingkan senyum dan menangkupkan kedua belah tangannya.
"Selamat datang di Madinah, bapak-bapak, ibu-ibu," tutur si perempuan yang malam itu memakai seragam petugas haji lengkap dengan jilbab dan rompinya cokelatnya. Ia dengan ramah menyapa para jamaah yang terlihat lelah saat mereka memasuki hotel yang terletak di Sektor 5 Madinah tersebut.
Di kala para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang lain mondar-mandir di depan hotel tersebut, Dea Hemassandia (28 tahun), menjadi satu-satunya yang tak bergeming dengan wajahnya yang penuh senyum, ia seolah mengerti bahwa senyuman, ketenangan, dan ucapan ramah selamat datang barangkali menjadi yang paling dibutuhkan para jamaah yang penuh lelah setelah menempuh perjalanan panjang selama belasan jam.
"Saya lepas aja seperti itu (tersenyum-Red). Kayak (bertemu dengan) orang tua kita ya kalau di sini. Jadi sebaik mungkin, semaksimal mungkin kita memberikan pelayanan terbaik," kata Dea, sapaan akrabnya.
Tak lama, Dea turut membantu seorang jamaah perempuan lansia menaiki kursi roda yang telah disiapkan para petugas lainnya. Sambil membetulkan posisi kaki jamaah tersebut, Dea kemudian membantu mendorongnya sebelum disambut rekannya di muka hotel.




