Kamis 07 May 2026 16:30 WIB

Banyak Yatim Jadi Korban Pelecehan di Ponpes Ndholo Kusumo, Wagub: Mereka Ditakut-takuti

Ashari bin Karsana tertulis sebagai pendiri dalam dokumen permohonan ke Kemenag.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: A.Syalaby Ichsan
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin menghadiri acara halakah bertema
Foto: Dok Pemprov Jateng
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin menghadiri acara halakah bertema

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin mendorong para santri/santriwati di Jateng untuk berani bersuara jika mengalami kekerasan, termasuk kekerasan seksual, di lingkungan pondok pesantren (ponpes). Komentarnya terkait dengan kasus dugaan pencabulan oleh pengasuh di Ponpes Ndholo Kusumo di Kabupaten Pati.

Gus Yasin mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, kasus dugaan pencabulan dan kekerasan seksual di Ponpes Ndholo Kusumo telah dilaporkan sejak 2024. Dia mengapresiasi para pihak yang terus mengawal pengungkapan kasus tersebut. Dia mendorong para terduga korban untuk berani berbicara. 

Baca Juga

Menurut Yasin, kasus kekerasan, termasuk pelecehan seksual, sudah kerap terjadi di lingkungan pendidikan, tak terbatas pada ponpes. Dia berpendapat, agar kasus tersebut dapat diungkap, mereka yang menjadi korban harus berani buka suara. 

"Mereka harus berani berbicara, speak up, supaya bisa tertangani," ujar Yasin saat diwawancara di Kota Semarang, Kamis (7/5/2026).

Yasin mengatakan, Pemprov Jateng sudah cukup sering menggelar kegiatan sosialisasi dan penyuluhan guna mencegah serta menanggulangi praktik kekerasan di lingkungan pendidikan. Namun, berkaca dari kasus di Pati, hal itu tetap berpeluang terjadi.

"Kita tidak memungkiri, ada saja tetap oknum, yang, nyuwun sewu, seperti kemarin ini kejadian, sudah lama (kasus kekerasan seksualnya), dan ternyata pondok pesantrennya mayoritas dari anak yatim. Mereka ditakut-takuti, kalau tidak mau ikut anjuran dari oknum tersebut, mereka akan diganti," ucap Yasin. 

"Sehingga ini yang harus kita bangun, supaya mereka berani speak up terkait permasalahan-permasalahan itu sebenarnya,"tambah Yasin.

photo
Ashari bin Karsana, pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Kabupaten Pati yang telah ditetapkan tersangka kasus dugaan pencabulan dan kekerasan seksual terhadap sejumlah santriwati, melarikan diri. - (Tangkapan Layar)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement