Kamis 07 May 2026 14:15 WIB

Temui Keluhan Layanan Selama di Tanah Suci, Jamaah Diminta Mengadu ke Kawal Haji

Suci mengimbau jamaah untuk menjaga fisik dengan mengatur aktivitas luar ruangan.

Jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Aceh (BTJ 01)  bersiap menaiki bus DAMRI menuju bandara di Asrama Haji Kelas I Aceh, Banda Aceh, Aceh, Rabu (6/5/2026). Sebanyak 393 calon haji asal Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar diberangkatkan menuju Madinah, Arab Saudi, untuk menunaikan ibadah haji musim 1447 H/2026 M.
Foto: ANTARA FOTO/Akramul Muslim
Jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Aceh (BTJ 01) bersiap menaiki bus DAMRI menuju bandara di Asrama Haji Kelas I Aceh, Banda Aceh, Aceh, Rabu (6/5/2026). Sebanyak 393 calon haji asal Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar diberangkatkan menuju Madinah, Arab Saudi, untuk menunaikan ibadah haji musim 1447 H/2026 M.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta jamaah haji Indonesia yang sudah berada di Madinah maupun Makkah untuk memanfaatkan aplikasi Kawal Haji, jika memiliki keluhan atau pengaduan selama di Tanah Haram.

“Aplikasi Kawal Haji menjadi instrumen penting dalam memastikan layanan yang responsif, transparan, dan akuntabel. Kami mengajak jamaah dan keluarga untuk aktif memanfaatkannya,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Suci Annisa di Jakarta, Rabu(6/5/2026).

Baca Juga

Aplikasi Kawal Haji berfungsi sebagai wadah bagi jamaah maupun petugas untuk melaporkan berbagai kebutuhan layanan penyelenggaraan haji secara cepat. Aplikasi tersebut memungkinkan pelaporan real-time terkait layanan konsumsi, akomodasi, transportasi, kesehatan, hingga laporan jamaah atau barang hilang.

Aplikasi itu mengusung konsep crowdsourcing, dimana seluruh laporan yang masuk dapat dipantau langsung oleh jamaah dan petugas tanpa melalui proses penyaringan dari admin sehingga komunikasi berjalan dua arah.

Di samping itu, Suci mengimbau jamaah untuk menjaga fisik dengan mengatur aktivitas luar ruangan mengingat suhu di Madinah dan Makkah bisa mencapai 37–39 derajat Celsius,

“Kami mengingatkan jamaah untuk mengatur aktivitas sesuai kemampuan, cukup istirahat, dan menjaga asupan cairan. Jangan ragu melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami keluhan,” ujar dia.

photo
Jamaah calon haji berada di dalam bus Shalawat untuk menuju Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (1/5/2026). Kementerian Haji dan Umrah mengoperasikan sebanyak 452 unit bus Shalawat untuk melayani jamaah calon haji Indonesia di Makkah selama 24 jam penuh mencakup 21 rute dari hotel menuju Masjidil Haram melalui tiga terminal utama Ajyad, Jabal Kabah, dan Syib Amir. - (ANTARA FOTO/Citro Atmoko)

Kemenhaj juga mengingatkan seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar mematuhi ketentuan dan terus berkoordinasi dengan petugas resmi demi menjaga ketertiban dan keselamatan jamaah.“Kolaborasi dan kepatuhan seluruh pihak menjadi kunci utama kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,”kata Suci.

Memasuki hari ke-16 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, sebanyak 250 kelompok terbang (kloter) dengan 97.139 orang dan 996 petugas telah diberangkatkan dari Tanah Air.

Sementara itu, sebanyak 239 kloter dengan 92.739 orang dan 952 petugas telah tiba di Madinah dan menempati akomodasi yang disiapkan.

Pergerakan jamaah dari Madinah ke Makkah juga terus berlangsung secara bertahap. Tercatat 88 kloter dengan 34.244 orang dan 352 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement