REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Banyak negara di dunia kaget mengetahui fakta bahwa kekuatan militer Republik Islam Iran mampu menangkis serangan canggih Amerika Serikat (AS) dan Zionis Israel. Rudal dan drone milik Iran menjadi lebih unggul di medan perang karena biaya produksinya jauh lebih murah dibanding milik AS dan Zionis Israel.
Meski demikian, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi saat berkunjung ke kantor Republika pada Kamis (30/4/2026) mengungkap fakta dengan sudut pandang berbeda. Ia menegaskan, rahasia yang dimiliki Iran tidak terletak pada rudal atau drone.
Boroujerdi mengatakan, agenda pihak musuh yakni AS dan Zionis Israel sejak awal bukan menyasar kemampuan rudal atau drone Iran. Mereka punya agenda, dalam dua hari menargetkan serangan ke pusat-pusat keamanan dan yang berkaitan dengan tata tertib di Iran.
"Kemudian mereka (AS dan Zionis Israel) berharap masyarakat turun ke jalan melakukan demonstrasi dan menolak pemerintahan (resmi Iran) dan melalui sebuah proses bisa terjadi pergantian rezim, ditambah mereka (sudah) membunuh pemimpin Iran," kata Boroujerdi.
Faktanya, ujar Boroujerdi, rakyat turun ke jalan bukan untuk mengganti rezim, tetapi justru mendukung pemerintahan. Ia menegaskan, sampai dengan hari ini masyarakat terus berada di jalan dan menyampaikan dorongan dan dukungan mereka untuk pemerintah Republik Islam Iran.
"Maka akar keberhasilan Iran bukan terletak pada drone atau rudal tapi terletak pada dua hal, yakni beriman dan bertawakal kepada Allah SWT dan percaya kepada masyarakat," ujar Boroujerdi.
View this post on Instagram




