Rabu 06 May 2026 17:04 WIB

Bahagianya Mbah Mardijiyono di Raudhah: Remen Kulo Pak, Saged Sowan Kanjeng Nabi

Keinginannya untuk masuk Raudhah sudah ia pendam sejak berada di Tanah Air.

Umat Islam antre saat ingin beribadah di area saf Raudhatun Jannah/Raudhah (Taman Surga) di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Senin (6/5/2019).
Foto: ANTARA FOTO
Umat Islam antre saat ingin beribadah di area saf Raudhatun Jannah/Raudhah (Taman Surga) di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Senin (6/5/2019).

Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH — Guratan senyum tak bisa disembunyikan dari wajah Mbah Mardijiyono, jamaah haji asal Bantul, Yogyakarta, yang merupakan jamaah haji Indonesia tertua gelombang pertama, saat keluar dari Raudhah, Masjid Nabawi, Madinah, Selasa (5/5/2026) dini hari WIB.

"Remen, remen kulo pak, saged sowan Kanjeng Nabi (Senang, senang saya pak. Bisa mengunjungi Nabi)," ucap lelaki berusia 103 tahun tu berulang kali dengan suara bergetar usai menuntaskan keinginannya yakni bersujud dan berziarah ke makam Rasulullah SAW.

Baca Juga

Mbah Mardijiyono memasuki area suci Raudhah sekitar pukul 02.40 waktu setempat. Karena faktor usia, ia didorong menggunakan kursi roda oleh pendamping dari KBIHU, didampingi oleh petugas Sektor Khusus (Seksus) Nabawi.

Meskipun fisiknya sudah tak lagi muda, semangat Mbah Mardijiyono mengalahkan rasa lelah. Keinginannya untuk masuk ke ‘Taman Surga’ tersebut ternyata sudah ia pendam sejak masih berada di Tanah Air.

“Ini adalah kebanggaan bagi Mbah Mardijiyono. Sejak di Indonesia, ia sangat ingin berziarah ke Raudhah. Alhamdulillah, hari ini cita-cita itu kesampaian berkat bantuan para petugas," ujar Ketua Kloter YIA 9 Edy Purwanto.

photo
Mbah Mardijiyono disambut Kadaker Madinah Khalilurrahman di Madinah, Arab Saudi, Ahad(3/5/2026) WAS - (MCH 2026)

Masuknya Mbah Mardijiyono ke Raudhah merupakan bagian dari skema tasreh yang diprioritaskan bagi jemaah lansia dan disabilitas. Kepala Sektor Khusus Nabawi Daker Madinah M Thoriq, mengaku sangat terharu melihat ketegaran Mbah Mardijiyono. “Kami merasa tersanjung melihat semangat beliau di usia 103 tahun. Beliau masih sangat tegar menjalankan ibadah,” ungkap Thoriq.

Thoriq menegaskan bahwa jamaah lansia memang mendapatkan perhatian ekstra selama berada di Madinah. Ia pun menitipkan doa terbaik bagi para jemaah agar mampu menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji. Termasuk juga mendapatkan kemudahan dalam setiap proses ibadah hingga kembali ke tanah air.

"Semoga kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat dan menyandang predikat haji yang mabrur. Ini menjadi pengingat bahwa usia bukanlah penghalang untuk memenuhi panggilan Allah SWT,"kata dia.

sumber : MCH 2026
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement