Rabu 06 May 2026 11:30 WIB

Jamaah Haji Dilarang Unggah Kartu Nusuk di Media Sosial

Kartu Nusuk berisi identitas lengkap, layanan transportasi yang bisa disalahgunakan.

Rep: Fernan Rahadi/ Red: A.Syalaby Ichsan
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Makkah menunjukkan kartu Nusuk sebelum dibagikan ke jamaah calon haji Indonesia di Kantor Daker Makkah, Arab Saudi, Senin (10/6/2024). PPIH Arab Saudi mengimbau jamaah Indonesia untuk menjaga kartu pintar tersebut karena akan dipergunakan sebagai akses dalam mengikuti rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Makkah menunjukkan kartu Nusuk sebelum dibagikan ke jamaah calon haji Indonesia di Kantor Daker Makkah, Arab Saudi, Senin (10/6/2024). PPIH Arab Saudi mengimbau jamaah Indonesia untuk menjaga kartu pintar tersebut karena akan dipergunakan sebagai akses dalam mengikuti rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan mengimbau 5.990 calon haji asal Sumatera Utara agar tidak mengunggah Kartu Nusuk di media sosial (medsos).

Ketua PPIH Embarkasi Medan Zulkifli Sitorus mengatakan, terdapat data lengkap calon haji di dalam kartu Nusuk yang berpotensi disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Baca Juga

"Di kartu Nusuk itu ada identitas lengkap, layanan transportasi, pemondokan, konsumsi hingga barcode. Jangan difoto lalu disebarluaskan," ujar Zulkifli setelah melepas JCH Kloter 12 Embarkasi Medan di Asrama Haji Medan, Selasa(6/5/2026).

Zulkifli yang juga menjabat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa Kartu Nusuk adalah dokumen vital bagi calon haji Indonesia.

Oleh karena itu, lanjut dia, Kartu Nusuk wajib dijaga setiap jamaah Indonesia, khususnya calon haji asal Sumatera Utara selama di Tanah Suci."Kalau tidak ada kartu Nusuk, jamaah tidak akan diizinkan ke Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf dan sai," kata dia.

Bahkan saat wukuf di Arafah, Kartu Nusuk ini juga menjadi syarat utama. "Kalau tak bisa masuk Arafah, maka hajinya tidak sah," tegas Zulkifli.

Dia juga mengatakan, keberangkatan ibadah haji merupakan panggilan suci yang patut disyukuri. Untuk itu, dia meminta jamaah menjaga kesiapan fisik dan mental agar seluruh proses ibadah berjalan lancar pada musim haji tahun ini.

"Kami juga mengingatkan jamaah agar menjaga kebersamaan dan saling membantu selama di Tanah Suci tanpa membedakan asal daerah," ujar dia.

photo
Petugas membantu jamaah calon haji yang berkursi roda menaiki bus Shalawat di Syisyah untuk menuju Masjidil Haram, di Makkah, Arab Saudi, Jumat (1/5/2026). Kementerian Haji dan Umrah mengoperasikan sebanyak 452 unit bus Shalawat untuk melayani jamaah calon haji Indonesia di Makkah selama 24 jam penuh mencakup 21 rute dari hotel menuju Masjidil Haram melalui tiga terminal utama Ajyad, Jabal Kabah, dan Syib Amir. - (ANTARA FOTO/Citro Atmoko)

Data PPIH Embarkasi Medan menyebutkan sebanyak 5.990 calon haji, di antaranya 68 petugas haji asal Sumatera Utara diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April hingga 11 Mei 2026.

Hingga pemberangkatan Kloter 12 Embarkasi Medan hari ini tercatat sebanyak 4.305 calon haji, di antaranya 48 petugas haji atau 71,87 persen telah tiba di Tanah Suci.

"Kemabruran haji bukan hanya diukur banyaknya ibadah ritual, tetapi bagaimana jamaah menghadirkan kesalehan sosial, saling peduli, dan memberi manfaat kepada sesama," tutur Zulkifli.

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement