Rabu 06 May 2026 07:17 WIB

AS Umumkan Resmi Hentikan Serangan ke Iran, Garda Revolusi Lontarkan Ancaman: Batal Perang Lagi?

Iran tegaskan akan melawan jika diserang.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Foto: EPA-EFE/CRISTOBAL HERRERA-ULASHKEVICH
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, Selasa (5/5/2026) kemarin, bahwa Amerika Serikat telah menghentikan operasi ofensifnya terhadap Iran dan kini berada dalam fase defensif.

Sementara Teheran mengumumkan pembentukan mekanisme baru untuk mengatur lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz.

Baca Juga

Korps Garda Revolusi mengancam akan memberikan tanggapan tegas terhadap kapal-kapal yang mencoba melintasi selat tanpa mengikuti rute yang ditetapkan.

Rubio mengumumkan, dalam konferensi pers di Gedung Putih, Operasi Kemarahan Epik telah berakhir, sebagaimana telah diberitahukan Presiden Donald Trump kepada Kongres.

“Kami telah menyelesaikan tahap ini," kata dia sambil menambahkan Washington kini berada dalam fase pertahanan dengan operasi baru yang diumumkan Presiden Trump dan diberi nama "Proyek Kebebasan".

Menteri Luar Negeri AS itu menjelaskan bahwa tujuan utama operasi ini adalah menolong awak kapal yang terjebak di Selat Hormuz.

Dia mencatat bahwa para pelaut di Teluk terisolasi, kelaparan, dan dalam bahaya, dan setidaknya sepuluh pelaut telah tewas akibatnya, mereka adalah pelaut sipil, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Dia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan secara sepihak memulai tembakan, namun menekankan bahwa pasukan AS yang melaksanakan operasi ini akan membalas dengan tindakan mematikan jika diserang.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement