REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG -- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Ema Rachmawati mendukung agar Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Kabupaten Pati ditutup permanen. Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Pati telah merekomendasikan tindakan demikian.
"Kami mendukung (penutupan Ponpes Ndholo Kusumo). Sebaiknya begitu, sesuai rekomendasi Kemenag," kata Ema ketika diwawancara, Selasa (5/5/2026).
Ema mengungkapkan, sepengetahuannya, Ponpes Ndholo Kusumo telah berizin. “Karena pondoknya berizin, maka pencabutan izin bisa dilakukan,” ujarnya.
Kendati demikian, Ema menekankan, penutupan ponpes tetap harus diiringi dengan solusi bagi para santri/santriwati di sana. Apalagi selama ini para santri di ponpes tersebut menikmati pendidikan gratis.
“Pendidikan anak-anak tidak boleh terputus. Harus dipastikan mereka dipindahkan ke tempat yang aman,” kata Ema.
Rekomendasi
-
Rabu , 19 Aug 2026, 23:56 WIB
Mengapa Sholat Hajat Berdampak Dahsyat bagi Pelakunya? Begini Penjelasan Imam Al-Ghazali
-
-
Rabu , 19 Aug 2026, 21:01 WIBNabi Muhammad Rutin Suapi Pengemis Yahudi Buta, Meski Selalu Dihina dan Difitnah Olehnya
-
Rabu , 19 Aug 2026, 20:56 WIBKemenhaj Cek 400 Ribu Data Antrean Haji yang Berisiko tak Valid
-
Rabu , 19 Aug 2026, 20:51 WIBPakta Makkah, akankah Picu Perang Besar dengan Houthi Yaman? Ini Kata Analis
-
Rabu , 19 Aug 2026, 20:22 WIBWilayah Utara Suriah Memanas, Apakah Israel dan Turki akan Terlibat Perang Langsung?
-