REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM – Lebih dari 4.000 pemukim Israel dilaporkan menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa sepanjang April 2026.
Data ini diungkap dalam laporan resmi Pemerintah Provinsi Yerusalem yang dirilis pada Senin, yang juga mencatat peningkatan pelanggaran serta rencana ekspansi permukiman Israel di kota tersebut.
Dalam laporan yang dikutip Aljazeera, Selasa (5/5/2026) tersebut disebutkan, tepatnya sebanyak 4.112 pemukim memasuki Al-Aqsa setelah masjid kembali dibuka pada 9 April, menyusul penutupan selama 40 hari. Penyerbuan itu disebut berlangsung di bawah perlindungan aparat keamanan Israel.
Pemerintah Provinsi Yerusalem menyoroti adanya “keterkaitan erat” antara institusi keamanan, yudisial, legislatif, dan proyek permukiman Israel dalam kebijakan terkait Yerusalem dan Al-Aqsa.
Menurut laporan itu, pelanggaran yang terjadi meningkat secara sistematis sebagai bagian dari upaya “memaksakan fakta-fakta baru di kota yang diduduki”.
Selain penyerbuan, laporan juga mencatat berbagai insiden kekerasan, kerugian material, hingga kebijakan yang dinilai menekan kehidupan ekonomi warga Palestina di Yerusalem dan Tepi Barat.
Salah satu kasus yang disorot adalah tewasnya seorang remaja Palestina, Muhammad Rayan (17), dari desa Beit Daqo, barat laut Yerusalem.
Dia dilaporkan gugur dalam bentrokan yang terjadi setelah operasi militer Israel di wilayah tersebut.
محافظة القدس: نحذّر من حملة تقودها ما تُسمّى "منظمات الهيكل" بالتعاون مع شخصيات في حكومة الاحتلال لاقتحام المسجد الأقصى يوم الجمعة 15 مايو 2026 pic.twitter.com/7P3vIMYQ5f
— الجزيرة - قدس (@Aljazeeraquds) May 4, 2026




