Selasa 05 May 2026 06:02 WIB

Kondisi Kritis, Pengacara Trump yang Terlibat Kasus Pidana Dilarikan ke Rumah Sakit

Giuliani sempat dirawat di rs akibat kecelakaan mobil.

Pengacara Donald Trump, Rudy Giuliani
Foto: Washington Times
Pengacara Donald Trump, Rudy Giuliani

REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK — Mantan Wali Kota New York, Rudy Giuliani (81 tahun), yang juga pernah menjabat sebagai pengacara Presiden Donald Trump, dilaporkan tengah menjalani perawatan di rumah sakit dalam kondisi kritis. Meski demikian, kondisi Giuliani disebut masih dalam keadaan stabil. Kabar tersebut disampaikan oleh juru bicara Giuliani pada Ahad(3/5/2026) seperti dilaporkan Al Mayadeen. 

Ted Goodman, juru bicara Giuliani, belum mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai kondisi medis mantan wali kota tersebut maupun durasi perawatan yang diperlukan. Namun, dalam pernyataan singkatnya, Goodman menggambarkan sosok Giuliani sebagai seorang pejuang.

Baca Juga

"Wali Kota Giuliani adalah seorang petarung yang menghadapi setiap tantangan dalam hidupnya dengan kekuatan yang teguh, dan ia sedang berjuang dengan kekuatan yang sama saat ini," ujar Goodman. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan Giuliani. "Kami memohon Anda semua untuk bergabung bersama kami mendoakan Wali Kota Amerika, Rudy Giuliani," tambahnya.

Giuliani meraih popularitas luas berkat kepemimpinannya di New York setelah serangan 11 September 2001 (9/11). Ia sempat mencalonkan diri sebagai kandidat presiden dari Partai Republik meski tidak berhasil. Pada akhir masa kariernya, namanya lebih banyak dikenal sebagai pengacara pribadi Donald Trump selama pemilihan umum tahun 2020.

Langkah hukum Giuliani terkait klaim kecurangan pemilu berulang kali ditolak oleh pengadilan. Pada 2024, izin praktiknya dicabut di New York dan Washington DC karena dituding menyebarkan misinformasi terkait pemilu.

photo
Pengacara untuk Presiden AS Donald J. Trump dan mantan walikota New York City Rudy Giuliani dan Penasihat Hukum Senior Kampanye Trump Jenna Ellis (tidak digambarkan) berbicara tentang tantangan hukum presiden atas kekalahannya dalam pemilihan umum dari Presiden terpilih Joe Biden di Markas Besar Komite Nasional Republik di Washington, DC, AS, 19 November 2020. Presiden Trump masih mempromosikan klaim tak berdasar atas kecurangan pemilih besar-besaran, dengan tuduhan bahwa dia benar-benar memenangkan pemilihan. - (EPA-EFE/JIM LO SCALZO)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement