REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON — Tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyentuh level terendah sepanjang dua masa jabatannya. Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan setidaknya enam dari sepuluh warga Amerika menyatakan tidak puas terhadap kinerja sang presiden.
The Guardian menulis, peringkat Trump merosot tajam, terutama dalam penanganan biaya hidup dan isu ekonomi lainnya. Penurunan rating dalam survei terbaru dari Washington Post-ABC News-Ipsos Poll tersebut terjadi setelah ia meluncurkan kebijakan perang melawan Iran pada Februari lalu yang memicu penolakan luas. Konflik tersebut telah menjerumuskan ekonomi global ke dalam krisis minyak dan menyebabkan harga bahan bakar melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Saat ini, dua pertiga warga Amerika merasa negara mereka tengah menuju ke arah yang salah. Di tengah situasi tersebut, Trump mengumumkan bahwa AS akan "memandu" kapal-kapal yang terdampar melewati Selat Hormuz. Dia mengklaim bahwa perwakilannya tengah melakukan pembicaraan yang "sangat positif" dengan pihak Iran.
Pecahkan rekor
Berdasarkan jajak pendapat tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap Trump secara keseluruhan kini berada di angka 37 persen, tidak banyak berubah dari posisi 39 persen pada Februari. Namun, tingkat ketidakpuasan (disapproval) naik menjadi 62 persen, sebuah rekor tertinggi selama ia menjabat.
Sebagaimana diprediksi, di kalangan simpatisan Partai Republik, kepuasan terhadap Trump tetap stabil di angka 85 persen. Meski demikian, persentase pendukung Republik yang menyatakan "sangat puas" terhadap kepemimpinannya turun dari 53 persen menjadi 45 persen. Di kalangan pemilih independen, posisi Trump kian melemah dengan tingkat kepuasan hanya sebesar 25 persen.




