Senin 04 May 2026 05:49 WIB

Cuaca di Madinah Kian Panas, Jamaah Haji Diimbau Waspadai Heat Stroke

Salah satu gejala seseorang terkena heat stroke adalah suhu tubuh yang tinggi.

Jamaah calon haji kloter pertama embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG 1) tiba di Prince Mohammad Bin Abdulaziz International Airport, Madinah, Arab Saudi, Rabu (22/4/2026). Jamaah calon haji Indonesia gelombang pertama yang dijadwalkan diberangkatkan secara bertahap pada 22 April hingga 21 Mei 2026 mulai tiba di Madinah.
Foto: ANTARA FOTO/MCH 2026/Ririn Nur Febriani
Jamaah calon haji kloter pertama embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG 1) tiba di Prince Mohammad Bin Abdulaziz International Airport, Madinah, Arab Saudi, Rabu (22/4/2026). Jamaah calon haji Indonesia gelombang pertama yang dijadwalkan diberangkatkan secara bertahap pada 22 April hingga 21 Mei 2026 mulai tiba di Madinah.

REPUBLIKA.CO.ID, Cuaca di Madinah semakin hari menunjukkan grafik peningkatan. Setelah sempat berada di kisaran suhu 36 derajat Celsius pada akhir April, pada awal bulan ini suhu meningkat di angka 40 derajat Celsius.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr Enny Nuryanti, mengimbau para jamaah mewaspadai heat stroke, yakni suatu kondisi di mana suhu tubuh seseorang tinggi akibat terpapar sinar matahari karena terlalu banyak aktivitas di luar.

Baca Juga

"Dinyatakan heat stroke ketika suhu tubuh seseorang itu mencapai 40 derajat Celsius atau lebih," ujar Enny saat ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Ahad (3/5/2026).

Beberapa gejala seseorang terkena heat stroke selain suhu tubuh yang tinggi adalah munculnya pusing, mual dan muntah, serta kejang-kejang. Jika gejala-gejala tersebut muncul para jamaah diimbau segera mencari tempat yang teduh atau menyemprotkan air ke wajah untuk mengurangi suhu tubuh yang tinggi.

Ia pun memberikan sejumlah tips bagi para jamaah haji untuk menghindari heat stroke. Pertama adalah ​minum air yang cukup untuk mencegah dehidrasi, yakni 200 mililiter per jam. "Kalau perlu ditambahkan oralit ke dalam minuman tersebut," katanya.

Kedua, rajin-rajinlah menyemprotkan air ke wajah atau ke permukaan tubuh yang terbuka. Ketiga, memakai baju yang longgar sehingga sirkulasi udara di dalam tubuh lancar.

Terakhir, batasi aktivitas di luar. "Jadi, untuk jamaah haji diharapkan Shalat dhuhur dan Shalat Ashar itu di dalam hotel saja," katanya.

Sedangkan bagi jamaah haji yang sudah sampai Makkah diharapkan melakukan umrah wajib di waktu malam hari mengingat teriknya panas matahari di kala siang.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement