REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Seorang pejabat militer Iran mengatakan pada Sabtu (2/5/2026), bahwa pecahnya kembali perang dengan Amerika Serikat merupakan kemungkinan yang nyata.
Hal ini seiring dengan terus macetnya pembicaraan damai dan kritik Presiden AS Donald Trump terhadap usulan terbaru Iran dalam negosiasi tersebut.
Kantor Berita Fars Iran mengutip pernyataan, Wakil Kepala Inspeksi di Markas Militer Khatam al-Anbiya, Mohammad Jafar Asadi.
Dia mengatakan, kembalinya konflik antara Iran dan Amerika Serikat merupakan kemungkinan nyata dan fakta-fakta telah menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak mematuhi janji atau perjanjian apa pun.
Dia menambahkan bahwa angkatan bersenjata sepenuhnya siap menghadapi setiap tindakan nekat atau petualangan dari pihak Amerika.
Dia menyoroti bahwa kesiapan ini tidak hanya terbatas pada angkatan bersenjata dan rakyat, tetapi juga kekuatan politik yang sebelumnya memiliki perbedaan kini menyadari pentingnya menjaga persatuan.
Usulan baru
Iran, pada Jumat kemarin, mengajukan usulan baru untuk bernegosiasi melalui Pakistan yang berperan sebagai mediator antara Washington dan Teheran.
Informasi tersebut tanpa ada rincian mengenai isinya, namun Trump menegaskan bahwa dia tidak puas dengan usulan baru tersebut.
Lihat postingan ini di Instagram




