Ahad 03 May 2026 15:53 WIB

Iran tak Menutup Kemungkinan Lanjutkan Kembali Perang dengan AS

Iran tegaskan akan melawan jika diserang.

Foto korban serangan udara AS-Israel dipajang di depan reruntuhan bangunan di Teheran, Iran, Senin (13/4/2026). Serangan AS-Israel ke Iran dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang. Dari jumlah korban itu, sedikitnya 210 anak dikabarkan tewas sejak dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan setelah perundingan perdamaian yang diadakan di Islamabad pada 11 April.
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Foto korban serangan udara AS-Israel dipajang di depan reruntuhan bangunan di Teheran, Iran, Senin (13/4/2026). Serangan AS-Israel ke Iran dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang. Dari jumlah korban itu, sedikitnya 210 anak dikabarkan tewas sejak dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan setelah perundingan perdamaian yang diadakan di Islamabad pada 11 April.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Seorang pejabat militer Iran mengatakan pada Sabtu (2/5/2026), bahwa pecahnya kembali perang dengan Amerika Serikat merupakan kemungkinan yang nyata.

Hal ini seiring dengan terus macetnya pembicaraan damai dan kritik Presiden AS Donald Trump terhadap usulan terbaru Iran dalam negosiasi tersebut.

Baca Juga

Kantor Berita Fars Iran mengutip pernyataan, Wakil Kepala Inspeksi di Markas Militer Khatam al-Anbiya, Mohammad Jafar Asadi.

Dia mengatakan, kembalinya konflik antara Iran dan Amerika Serikat merupakan kemungkinan nyata dan fakta-fakta telah menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak mematuhi janji atau perjanjian apa pun.

Dia menambahkan bahwa angkatan bersenjata sepenuhnya siap menghadapi setiap tindakan nekat atau petualangan dari pihak Amerika.

Dia menyoroti bahwa kesiapan ini tidak hanya terbatas pada angkatan bersenjata dan rakyat, tetapi juga kekuatan politik yang sebelumnya memiliki perbedaan kini menyadari pentingnya menjaga persatuan.

Usulan baru

Iran, pada Jumat kemarin, mengajukan usulan baru untuk bernegosiasi melalui Pakistan yang berperan sebagai mediator antara Washington dan Teheran.

Informasi tersebut tanpa ada rincian mengenai isinya, namun Trump menegaskan bahwa dia tidak puas dengan usulan baru tersebut.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement