Ahad 03 May 2026 07:57 WIB

Perdana, Dompet Dhuafa Hadirkan Layanan Kurban Unta Bagi Masyarakat Indonesia

DD tengah menjajaki kemungkinan penyediaan ternak unta di Indonesia.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Dompet Dhuafa luncurkan The Kurban Series 2026
Foto: Republika-Muhyiddin
Dompet Dhuafa luncurkan The Kurban Series 2026

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H/ 2026 M, untuk pertama kalinya Dompet Dhuafa menghadirkan terobosan baru dengan menawarkan layanan kurban unta. Inovasi ini menjadi bagian dari peluncuran "The Kurban Series 1447 H", yang resmi diperkenalkan di Cibis Park, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2026).

Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini mengatakan, program kurban tahun ini menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban. Setelah selama ini fokus pada kurban sapi dan kambing, Dompet Dhuafa kini mulai membuka kesempatan bagi umat Islam untuk berkurban unta.

Baca Juga

"Di tahun ini kami memulai kurban unta. Biasanya kami melayani kurban sapi dan kambing, sekarang kami mulai menghadirkan kurban unta,"ujar Juwaini dalam sambutannya. 

Untuk tahap awal, pelaksanaan kurban unta dilakukan di luar negeri, khususnya di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Hewan kurban tersebut dapat dipesan mulai sekarang melalui Dompet Dhuafa, lalu penyembelihannya akan dilakukan di negara tujuan sesuai ketentuan syariat.

Meski demikian, Dompet Dhuafa masih terus mengupayakan agar kurban unta juga dapat dilaksanakan di Indonesia. Saat ini, lembaga filantropi tersebut tengah menjajaki kemungkinan penyediaan ternak unta di dalam negeri agar layanan ini dapat semakin mudah diakses masyarakat.

"Jadi kami masih mengecek ke sumber-sumber ternak yang mungkin dikurban unta yang dapat dilakukan untuk dikurban dan sudah pasti,”kata dia.

photo
Petugas memberi makan satwa unta koleksi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Jawa Tengah, Rabu (13/5/2020). TSTJ Solo membuka program adopsi satwa atau membantu donasi pakan hewan menyusul penutupan sementara kebun binatang tersebut selama masa Kejadian Luar Biasa (KLB) COVID-19, saat ini pihak pengelola memperkirakan anggaran pemeliharaan satwa TSTJ hanya cukup untuk sampai bulan Juli saja - (Antara/Mohammad Ayudha)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement