Jumat 01 May 2026 07:17 WIB

Laporan Sepakat Iran Terluka Selama Perang, Tapi tak Terkalahkan Bahkan Lebih Solid dan 'Radikal'

Iran tegaskan akan melawan jika diserang.

Warga melihat foto korban serangan udara AS-Israel yang dipajang di depan reruntuhan bangunan di Teheran, Iran, Senin (13/4/2026). Serangan AS-Israel ke Iran dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang. Dari jumlah korban itu, sedikitnya 210 anak dikabarkan tewas sejak dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan setelah perundingan perdamaian yang diadakan di Islamabad pada 11 April.
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Warga melihat foto korban serangan udara AS-Israel yang dipajang di depan reruntuhan bangunan di Teheran, Iran, Senin (13/4/2026). Serangan AS-Israel ke Iran dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang. Dari jumlah korban itu, sedikitnya 210 anak dikabarkan tewas sejak dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan setelah perundingan perdamaian yang diadakan di Islamabad pada 11 April.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Penilaian Israel dan pernyataan terbaru Iran saling bersinggungan dalam kesimpulan langsung pasca gencatan senjata di Iran.

Teheran memang mengalami kerugian namun tidak terkalahkan, bahkan justru keluar dengan rasa kemenangan yang semakin kuat, menurut seorang pejabat tinggi Iran.

Baca Juga

Sementara Teheran menegaskan kemampuannya untuk mengelak dari blokade dan kesulitan mengulangi tawaran nuklir sebelumnya.

Sebuah lembaga keamanan Israel berpendapat bahwa rezim Iran tetap solid, sambil memperingatkan bahwa perang tersebut dapat meningkatkan dorongan Iran untuk mengejar kepemilikan senjata nuklir.

Ruang manuver menyempit

Surat kabar “Washington Post” mengutip seorang pejabat tinggi Iran yang mengatakan, anggota lembaga keamanan Iran meyakini mereka keluar sebagai pemenang dari perang.

Mereka tidak mendukung peninjauan sikap mereka terkait isu-isu utama, seperti hak negara tersebut untuk melakukan pengayaan uranium.

Pejabat tersebut menjelaskan selama putaran pertama pembicaraan dengan Amerika Serikat di Islamabad, para negosiator memiliki ruang manuver yang lebih besar.

photo
Foto korban serangan udara AS-Israel dipajang di depan reruntuhan bangunan di Teheran, Iran, Senin (13/4/2026). Serangan AS-Israel ke Iran dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang. Dari jumlah korban itu, sedikitnya 210 anak dikabarkan tewas sejak dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan setelah perundingan perdamaian yang diadakan di Islamabad pada 11 April. - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement