REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Pemerintah Arab Saudi masih membuka kesempatan bagi warga negaranya dan warga negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) untuk menunaikan ibadah umrah hingga 15 Zulkaidah 1447 Hijriyah, bertepatan dengan 3 Mei 2026.
Kebijakan ini memberi ruang bagi jamaah domestik untuk memanfaatkan hari-hari terakhir sebelum dimulainya puncak musim haji.
Warga Saudi dan warga negara GCC diperbolehkan memasuki Makkah untuk melaksanakan umrah tanpa harus mengantongi izin haji. Kemudahan ini menjadi bagian dari pengaturan otoritas Saudi dalam masa transisi dari musim umrah menuju musim haji.
"Jamaah umrah ini dibebaskan dari kewajiban memperoleh izin haji untuk memasuki Makkah guna melaksanakan ibadah mereka," demikian dikutip dari laporan Saudi Gazette, Rabu (29/4/2026).
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menetapkan 1 Zulkaidah 1447 Hijriyah atau 19 April 2026 sebagai batas akhir bagi seluruh jamaah asing pemegang visa umrah untuk meninggalkan Kerajaan. Ketentuan ini diberlakukan seiring dimulainya kedatangan jamaah haji dari berbagai negara ke Tanah Suci.
Lihat postingan ini di Instagram




