Selasa 28 Apr 2026 19:38 WIB

Iran Netralkan Bom ‘Busuk AS’ dari Besar Hingga Kecil, Diteliti dan Dimodifikasi Ulang

Iran tegaskan akan melawan jika diserang.

Ilustrasi rudal hipersonik Blackbeard milik Amerika
Foto: Tangkapan layar
Ilustrasi rudal hipersonik Blackbeard milik Amerika

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Unit-unit Korps Garda Revolusi Islam Iran menemukan rudal-rudal Amerika yang belum meledak UXB (unexploded bomb)dan ribuan bom kecil di Provinsi Hormozgan, bagian selatan negara itu, demikian dilaporkan saluran televisi Iran Press TV.

Saluran tersebut, mengutip Korps Imam Sajjad yang berafiliasi dengan Garda Revolusi, menyebutkan mereka telah menetralkan lebih dari 15 rudal berat Amerika.

Baca Juga

Amunisi tersebut diserahkan ke unit teknis dan penelitian untuk tujuan melakukan rekayasa balik terhadapnya.

Selain itu, Korps Anshar al-Mahdi—yang bermarkas di Zanjan, bagian barat laut negara tersebut—mengumumkan bahwa tim penjinak bahan peledak di bawah naungannya berhasil mengumpulkan lebih dari 9.500 bom kecil di seluruh wilayah provinsi.

Dalam laporan stasiun televisi Iran tersebut disebutkan bahwa "sebuah bom tipe GBU-57 yang mampu menembus pertahanan telah berhasil dibongkar, dan diserahkan kepada pihak berwenang yang berkompeten.

Dalam konteks sama, Laporan dan analisis di surat kabar Inggris dan Amerika dalam beberapa hari terakhir mengungkap perubahan kualitatif dalam sifat konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Konflik tersebut tidak lagi terbatas pada bentrokan militer langsung, melainkan meluas ke ranah yang lebih kompleks, termasuk teknologi militer dan pengurasan amunisi, serta penataan ulang keseimbangan kekuatan penahanan di kawasan tersebut.

Sebuah laporan dari situs iPaper Inggris, mengutip analis mantan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA), menyebutkan adanya kekhawatiran bahwa Iran berhasil mengamankan dan menganalisis senjata canggih Amerika Serikat dan Israel yang tidak meledak, atau jatuh di medan pertempuran.

Para analis mencatat Teheran saat ini terlibat dalam proses reverse engineering terhadap rudal seperti Tomahawk, drone Reaper, rudal Jassm, dan bom "GBU-57" yang mampu menembus pertahanan, dengan tujuan memahami strukturnya atau mengembangkan alternatif lokal.

photo
Potret proses peluncuran rudal High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS) untuk menyerang Iran yang dilansir CENTCOM AS. Peluncuran itu dari wilayah yang diduga di salah satu negara Teluk. - (X/CENTCOM)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement