
Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH — Salah seorang jamaah haji Indonesia, Khoirunnisa (46 tahun), tak menyangka luka operasi kaki yang dilakukannya sepekan jelang keberangkatan membuatnya kesulitan berjalan.
Sementara rekan-rekan satu rombongan jamaah haji yang lain bisa menunaikan sholat berjamaah di Masjid Nabawi, Madinah, ia pun terpaksa hanya bisa berdiam diri di hotel sejak tiba di tanah suci Jumat (24/4/2026) lalu.
"Sedih rasanya melihat teman-teman satu rombongan bisa pergi ke Nabawi. Saya melihat mereka memakai mukena saja rasanya seperti ingin menangis," ujar wanita asal Probolinggo, Jawa Timur tersebut saat ditemui wartawan Media Center Haji (MCH) di Maysan Rehab Al Mysk Hotel yang terletak di Badaah District, Madinah, Ahad (26/4/2026).
Ia terlihat menangis tersedu-sedu ketika salah seorang petugas haji dari Layanan Jamaah Haji Lansia dan Disabilitas yang melakukan visitasi pagi itu bersedia untuk mengantarnya ke Nabawi, bahkan mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW, Raudhatul Jannah.
"Terima kasih banyak sudah mau mengantarkan saya ke Raudhah, mungkin ini jalan terbaik bagi saya bisa bertemu dengan sampeyan (petugas haji)," ujarnya.
Khoirunnisa mengaku tak menggunakan kursi roda sejak hari keberangkatan di tanah air. Namun akibat terlalu memaksakan diri berjalan ke sana kemari, luka di kakinya menjadi kembali terbuka.




