REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Media Israel mendokumentasikan kedatangan puluhan imigran dari suku India ke Israel melalui Bandara Ben Gurion, dalam penerbangan yang diberi nama "Sayap Fajar".
Kementerian Imigrasi dan Asimilasi Israel, dalam sebuah postingan di laman X, mengatakan 240 imigran dari suku Bnei Menashe di timur laut India telah tiba di Israel, dalam penerbangan yang digambarkannya sebagai pendaratan khusus dan mengesankan.
Dikutip dari Aljazeera, Senin (27/4/2026), situs web berbahasa Ibrani "Walla" melaporkan perjalanan ini merupakan bagian dari upaya bersama antara Kementerian Imigrasi dan Badan Yahudi.
Kementerian menyebutkan para imigran baru tersebut akan tinggal di kota "Nof HaGalil" di bagian utara Israel.
Adegan kedatangan para migran dari suku Bnei Menashe ke Israel memicu gelombang kemarahan yang luas di media sosial.
הלילה קיבלנו את פניה של נחיתה מיוחדת ומרגשת ועליה כ240 עולים חדשים משבט בני המנשה, איתם פתחנו את מבצע העלייה "כנפי שחר"✨
למרות המסע הארוך, הטיסות והמעברים, לא יכולנו שלא להתרגש איתם. צעירים ומבוגרים, ילדים וקשישים, סוף סוף >> pic.twitter.com/X9dXP2egkS
— משרד העלייה והקליטה (@KlitaGov) April 24, 2026
Ini muncul di tengah beragamnya reaksi yang berkisar dari kritik tajam terhadap proyek imigrasi Israel hingga keraguan terhadap dimensi demografis dan politiknya.
Para pengguna Twitter mengatakan apa yang sedang terjadi merupakan "impor manusia dengan kedok agama.
Mereka menilai bahwa melalui langkah-langkah ini, pihak pendudukan berusaha melaksanakan rencana yang bertujuan untuk memperkuat keseimbangan demografis dan memperluas pemukiman dengan mendatangkan ribuan imigran dari India.
Mereka menambahkan, 240 imigran telah tiba dalam gelombang pertama sebagai bagian dari rencana yang lebih luas yang bertujuan mendatangkan ribuan imigran lainnya dalam beberapa tahun mendatang.
A plane carrying 240 new immigrants from the Indian Bnei Menashe Jewish community landed this evening at Ben Gurion Airport. pic.twitter.com/9bljl3bjQs
— Amit Segal (@AmitSegal) April 23, 2026




