Ahad 26 Apr 2026 15:30 WIB

Kecam Spanduk Israel di RS Indonesia Gaza, AWG Desak PBB Ambil Tindakan Tegas

Tindakan Israel jelas telah menghina bangsa Indonesia sebagai pendiri RS tersebut.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Hasanul Rizqa
Bendera Israel dan spanduk yang dipasang di RS Indonesia di Beit Lahiya, Gaza utara.
Foto: Media Sosial
Bendera Israel dan spanduk yang dipasang di RS Indonesia di Beit Lahiya, Gaza utara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aqsa Working Group (AWG) mengecam keras pemasangan spanduk perayaan hari nasional Israel di Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza. Organisasi tersebut menilai, tindakan itu adalah sebuah bentuk provokasi yang tidak dapat diterima. Kebrutalan yang dilakukan rezim zionis tersebut selama ini di wilayah Palestina juga dipandang sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.

Ketua Presidium AWG Anshorullah mengatakan, pemasangan spanduk tersebut mencerminkan praktik kolonial di wilayah jajahan. Militer Israel (IDF) tidak peduli pada fungsi rumah sakit sebagai salah satu infrastruktur publik yang seharusnya bebas dari serangan.

Baca Juga

“Pemasangan banner sebagai bagian dari perayaan hari nasional mereka itu khas praktik rezim kolonial di tanah jajahan,” ujar Anshorullah kepada Republika, baru-baru ini.

Ia menegaskan, Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza merupakan simbol kemanusiaan yang dibangun dari donasi rakyat Indonesia, dengan inisiasi MER-C. Kehadiran rumah sakit tersebut tidak hanya sebagai fasilitas kesehatan, tetapi juga lambang solidaritas antara bangsa Indonesia dan Palestina yang sama-sama memiliki sejarah penjajahan.

Menurut Anshorullah, segala bentuk pelanggaran terhadap fasilitas tersebut merupakan penghinaan terhadap martabat bangsa Indonesia. Ia juga menyinggung keterlibatan Israel sebagai sekutu dekat Amerika Serikat dalam konteks geopolitik global.

AWG pun mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil langkah hukum terhadap Israel atas tindakan tersebut, termasuk berbagai pelanggaran yang terjadi di Palestina dan kawasan Masjid Al Aqsa.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi