Jumat 24 Apr 2026 18:55 WIB

Buntut Kritik Paus Leo kepada Trump, Intelijen AS Dilaporkan Bidik Vatikan

CIA dan NSA dilaporkan memantau komunikasi yang terhubung dengan Takhta Suci.

Paus Leo XIV melambaikan tangan saat ia tiba untuk memimpin audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus, Kota Vatikan, 8 April 2026.
Foto: EPA/FABIO FRUSTACI
Paus Leo XIV melambaikan tangan saat ia tiba untuk memimpin audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus, Kota Vatikan, 8 April 2026.

REPUBLIKA.CO.ID,VATIKAN — Hubungan diplomatik antara Washington dan Takhta Suci di Vatikan, dinilai tengah berada dalam titik kritis. Laporan terbaru dari jurnalis investigasi independen, Ken Klippenstein, mengungkapkan, badan intelijen Amerika Serikat (CIA) telah melakukan pengawasan jangka panjang terhadap Vatikan, yang kini intensitasnya meningkat menyusul kritik terbuka Paus Leo XIV terhadap Presiden AS Donald Trump.

Menurut laporan Klippenstein—jurnalis yang dikenal dengan rekam jejak pengungkapan dokumen bocor FBI— seperti dikutip dari laman Al Mayadeen, aktivitas intelijen AS ini sebenarnya sudah ada sebelum pemerintahan saat ini.

Baca Juga

Meski demikian, operasi tersebut semakin diperkuat setelah Trump melontarkan kritik pedas kepada Paus pada 12 April lalu, dengan menyebut pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu sebagai sosok yang buruk bagi kebijakan luar negeri.

Sejumlah elemen di komunitas intelijen AS menafsirkan pernyataan Trump sebagai sinyal untuk memperketat pengumpulan informasi terkait urusan internal Vatikan.

Penyadapan dan kemampuan bahasa latin

Laporan tersebut mengeklaim bahwa lembaga intelijen, termasuk CIA dan NSA, berupaya memantau komunikasi yang terhubung dengan Takhta Suci, dari surat elektronik (email) hingga telekomunikasi. Selain penyadapan digital, AS dikabarkan tetap mempertahankan sumber intelijen manusia (human intelligence) di dalam struktur administratif Vatikan.

Badan pemerintah AS bahkan disebut secara rutin mengedarkan ringkasan intelijen terkait urusan Vatikan. Untuk mendukung analisis intelijen tersebut, mereka juga mengerahkan personel dengan kemampuan bahasa khusus, termasuk kemahiran dalam bahasa Latin ala gereja.

photo
presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Sabtu (18/4/2026). - (EPA/Allison Robbert)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement